Raja Salman Bentuk Dewan Anak Perempuan Tanpa Perempuan?

Nampak, tak ada satu pun perempuan yang hadir dalam ruang pertemuan tersebut.
, Majalah Kartini | 15/03/2017 - 13:37

Raja Salman Bentuk Dewan Anak Perempuan Tanpa Perempuan

MajalahKartini.co.id – Inisiasi pembentukan Dewan Anak Perempuan dianggap memberikan harapan positif bagi Arab Saudi. Selama ini, negara yang dipimpin oleh Raja Salman itu diketahui tidak memberikan ruang bagi perempuan dalam kehidupan umum. Namun ketika Arab Saudi menunjukan pembentukan Dewan Anak Perempuan di Provinsi al-Qassim, ada sesuatu yang janggal. Dilansir dari BBC, ternyata, tak ada satu pun perempuan yang hadir dalam ruang pertemuan tersebut.

Foto-foto yang diterbitkan untuk menandai peresmian Dewan Anak Perempuan Qassim menunjukkan terdapat 13 orang laki-laki di atas panggung. Ternyata peserta pertemuan dari kalangan perempuan ditempatkan di ruang terpisah dan dihubungkan dengan saluran video. Pembentukan Dewan Anak Perempuan Qassim itu diresmikan oleh Pangeran Faisal bin Mishal bin Saud, yang menjabat sebagai gubernur provinsi itu.

Pangeran Faisal bin Mishal bin Saud mengatakan ia bangga pertemuan terselenggara dan menyebut dewan semacam itu tercatat yang pertama di kerajaan itu. “Di kawasan Qassim, kami memandang perempuan sebagai saudara perempuan bagi laki-laki, dan kami merasa bertanggung jawab untuk membuka lebih banyak kesempatan yang bermanfaat bagi perempuan dan anak perempuan,” katanya.

Dalam pidatonya, Pangeran Faisal mengatakan perempuan mencakup 50% dari masyarakat di sana. Dewan Anak Perempuan diketuai oleh Putri Abir binti Salman, istri dari Pangeran Faisal. Meskipun menjadi ketua, Putri Abir binti Salman juga tidak tampak dalam foto.

Foto-foto dari ruang pertemuan yang didominasi laki-laki itu menyebar luas di media sosial setelah pertemuan pada Sabtu (11/03). Foto-foto tersebut dibandingkan dengan foto Donald Trump yang menjadi viral sebelumnya. Foto yang dimaksudkan menunjukkan Presiden Amerika Serikat itu, dikelilingi sejumlah pria, ketika meneken kebijakan aborsi pada Januari 2017. (Foto: istimewa)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: