Ragam Keindahan Kota Hanoi, Mutiara dari Peninsula Asia

Ibu kota Negara Vietnam memiliki beragam obyek wisata menarik. Mulai dari wisata alam yang memesona, hingga bangunan klasik nan eksotis.
, Majalah Kartini | 05/09/2018 - 13:00

 

MajalahKartini.co.id – Jika Anda berkunjung ke Vietnam, maka tak lengkap rasanya jika kita tidak singgah di  kota Hanoi. Kota yang juga terkenal dengan julukan ‘Kota Seribu Danau’ ini memang memiliki banyak danau dengan keindahan panorama kota yang menawan. Namun Anda tak akan terkesima hanya lewat danau, melainkan banyak objek wisata lainnya yang tak kalah menarik. Begitu pula dengan ragam kuliner dan oleh-oleh khasnya. Mari kita simak bersama!

 

Danau Ho Tay

Terletak di jantung ibu kota Hanoi, danau yang biasa disebut danau Tay ini merupakan daerah yang memiliki banyak pusaka serta situs peninggalan sejarah. Banyak kisah yang melegenda atas terbentuknya danau tersebut, ada legenda yang mengatakan seekor kerbau Cina menginjak sebuah lubang tepat di dalam tanah lalu menciptakan Danau tersebut, namun ada pula legenda lain yang menceritakan terkait Raja Naga bernama longquan yang menenggelamkan seekor rubah jahat dengan 9 ekor.

Di sekitar danau Tay sendiri terdapat 62 situs peninggalan sejarah tingkat negara dan 7 situs peninggalan sejarah tingkat kota. Hal tersebut yang membuat wisata Danau Tay kian populer. Hingga kini, di bagian Barat danau Ho Tay masih tersisa desa-desa tradisional yang masing-masing memiliki keterkaitan dengan legenda sejarah Vietnam, di antaranya desa Nghi Tam yang merupakan kampung halaman penyair Ibu Thanh Quan, desa Xuan Tao yang terdapat kuil Soc untuk memuja Dewa Giong, desa Trich Sai yang digunakan untuk memuja Ibu Cikal Bakal Pertenunan, desa Thuy Khe yang memiliki Pagoda Ba Danh, dan masih ada beberapa desa lainnya.

Selagi berekreasi di sini, Anda bisa menghabiskan waktu dengan melakukan banyak kegiatan, seperti berkeliling danau, bersepeda, melakukan swafoto, piknik, berjalan kaki menelusuri keindahan taman, atau melakukan perjalanan dengan kapal pesiar yang bisa Anda sewa. Bukan hanya itu, di tempat ini Anda juga bisa melihat berbagai cagar budaya seperti pagoda yang sudah ada semenjak abad ke-6. Dari berbagai bangunan sejarah tempo dulu, yang berjumlah paling banyak adalah bangunan kuil, salah satunya Kuil Quan Thanh yang dibangun pada tahun 1010 hingga 1028 yang hingga kini masih menjadi tempat ibadah atau tempat yang sangat disucikan. Puas berkeliling, Anda juga bisa menikmati aneka kuliner lokal yang tersebar di sekitar obyek wisata ini. Mulai dari makan siang di atas restoran terapung, hingga sekadar membeli kopi di tepi danau.

 

Pagoda Tran Quoc

Jika Anda beranjak ke arah Timur dari danau Ho Tay, maka Anda akan menemukan salah satu pagoda yang terkenal di kota Hanoi yaitu pagoda Tran Quoc. Pagoda yang merupakan pagoda tertua di kota Hanoi ini sudah berusia lebih dari 1500. Meski dikatakan pagoda tertua namun pagoda Tran Quoc masih sangat terawat dan cantik dengan warna khasnya merah dan kuning. Bangunannya yang mencolok dan terletak persis di pinggir danau Ho Tay ini menciptakan lanskap yang cantik kota Hanoi terutama pada saat matahari tenggelam. Pagoda Tran Quoc yang dibangun pada abad ke-6 semasa pemerintahan Kaisar Ly Nam De ini sempat mengalami beberapa pergantian nama, hingga akhirnya ditetapkan nama Tran Quoc yang berarti melindungi Negara.

Pagoda Tran Quoc yang memiliki gaya arsitektur kental dengan nuansa Tiongkok ini terdiri dari komplek kuil dengan pagoda setinggi 15 meter sebagai ikon wisatanya. Kuil-kuil itu sendiri digunakan sebagai tempat berdoa juga sebagai museum yang menyimpan banyak  relief bersejarah. Pada zaman dahulu, pagoda ini juga menjadi tempat ibadah favorit para Kaisar dan keluarga bangsawan Vietnam terutama pada saat tahun baru, bulan purnama serta saat diadakan festival. Selain dengan keindahan arsitektur pagoda dan beberapa kuil, satu hal yang juga menjadi daya tarik para pengunjung adalah adanya pohon Bodhi di sekitar komplek kuil. Asal usul adanya pohon ini yaitu berasal dari bagian pohon Bodh Gaya asal India yang diberikan oleh Presiden India pada saat melakukan kunjungannya ke Vietnam di tahun 1959. Pohon Bodh Gaya ini pula dipercaya oleh penganut agama Buddha sebagai tempat Siddharta Gautama bermeditasi dan memperoleh pencerahan.

 

Hanoi Opera House

Beralih dari keindahan pemandangan yang ditawarkan oleh danau Ho Tay dan mengetahui tempat peninggalan sejarah di Pagoda Tran Quoc, sekarang kita beranjak ke jalan Trang Tien yang tak jauh dari Danau Hoan Kiem tepatnya di August Revolution Square. Di daerah ini terdapat gedung opera bernuansa Eropa yang dikenal dengan nama Hanoi Opera House. Gedung opera ini dibangun oleh bangsa Perancis di zaman penjajahan selama dekade pertama abad ke-20. Gedung bergaya Renaisans ini desainnya memang sengaja dibangun menyerupai Palais Garnier, gedung opera pertama dari dua gedung opera di Paris. Saat ini gedung opera yang yang pembangunannya dipimpin oleh dua insinyur asal Perancis, Travary dan Savelon ini masih sering digunakan untuk pertunjukan menyanyi dan menari baik dari Vietnam maupun dari luar negeri. Selain itu gedung ini juga merupakan obyek wisata arsitektur yang terkenal di kota Hanoi.

Tidak hanya penampilan menari dan menyanyi saja, di Gedung Opera Hanoi ini juga menampilkan opera Italia dan Perancis klasik serta pertunjukan tradisional Vietnam seperti menonton balet, simfoni atau konser rakyat dengan daya tampung 870 kursi penonton. Selain sebagai tempat seni, gedung opera ini juga memiliki arti penting bagi penduduk kota selama masa revolusi. Dulunya, gedung megah ini digunakan untuk rapat-rapat politik besar guna mendirikan Republik Demokratik Vietnam. Tidak hanya gedungnya saja, daerah di sekitar gedung juga merupakan daerah yang banyak dijadikan lokasi pertempuran selama perjuangan merebut kemerdekaan Vietnam dari Perancis dan Jepang.

 

Katedral St. Joseph Hanoi

Satu lagi destinasi wisata yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke kota Hanoi yaitu Katedral St. Joseph. Bangunan bernuansa neo-Gotik ini merupakan gereja Katolik Roma yang didirikan pada abad ke-19 dengan detail desainnya yang terinspirasi dari Notre Dame di Paris. Dibalik megahnya katedral ini, ternyata menyimpan fakta unik pada saat proses pembangunannya. Dulu, sebelum dibangun menjadi katedral, tempat ini merupakan salah satu kuil Buddha terkenal yaitu Pagoda Bao Thien yang dibangun pada masa pemerintahan Dinasti Ly. Tetapi sejak Negara Perancis datang dan menguasai Indochina, pagoda tersebut diruntuhkan yang kemudian dibangunlah katedral bergaya kolonial Perancis yang terkenal dengan menara bel kembar dan jendela kaca patrinya ini. Kemegahannya dipercaya mampu menyihir mata setiap wisatawan yang datang. (*)

 

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: