Polemik Puisi Fadli Zon yang Berjudul “Doa yang Ditukar”

Para pendukung capres petahana Joko Widodo ingin mengambil langkah hukum jika Fadli tak meminta maaf pada Mbah Moen.
, Majalah Kartini | 09/02/2019 - 14:00

MajalahKartini.co.id – Belakangan ini viral video yang merekam ulama sepuh Mbah Moen yang salah menyebutkan nama ketika berdoa di sebelah Capres petahana Joko Widodo (Jokowi). Menanggapinya, Wakil Ketua DPR Fadli Zon pun membuat sebuah puisi berjudul “Doa yang Ditukar”. Namun puisi tersebut berbuntut keinginan para pendukung Jokowi untuk mengambil langkah hukum jika permintaan maaf tak dilakukan Fadli.

“Sebagai santri, kami akan menerima permintaan maaf Fadli Zon jika dilakukan secara ikhlas, tertulis, dan terbuka. Jika tidak, kami akan menempuh jalur hukum,” kata Ketua Umum Relawan Millenial Jokowi Ma’ruf (Remaja), Misbahul Ulum (8/2).

Hal ini disampaikan Misbahul saat Remaja menggelar Diskusi dan Q&A di studio YouTube Remaja bersama Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Ade Irfan Pulungan. Dalam diskusi tersebut dibahas kasus hoax dan ujaran kebencian yang seringkali dilakukan dalam black campaign. Misbahul menyayangkan puisi Fadli yang menurutnya berisi penghinaan. Menurutnya hal itu tidak pantas dilakukan seorang anggota dewan.

“Sebagai Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon harusnya sadar bahwa ia mewakili wajah rakyat Indonesia. Tidak layak bagi seorang pejabat publik menghina. Apalagi jika ditujukan kepada ulama sepuh yang dihormati semua kalangan seperti Mbah Moen,” kata Misbahul yang juga menjabat sebagai Wakil Direktur Penggalangan dan Jaringan TKN Jokowi-Ma’ruf.

Sebelumnya, tuntutan agar Fadli menyampaikan permintaan maaf juga disampaikan santri Kudus. Mereka membuat sebuah puisi perlawanan untuk memprotes puisi Fadli Zon.

Fadli Zon pun angkat bicara mengenai aksi santri tumplek blek memprotes puisinya. Fadli menegaskan puisi ‘Doa yang Ditukar’ tak ditujukan kepada KH Maimun Zubair atau Mbah Moen. “Saya sudah menyatakan waktu menjawab Menteri Agama juga bahwa itu sama sekali bukan untuk Pak Kiai Maimun Zubair, Mbah Moen. Tidak ada dan tidak ada sedikit pun indikasi ke sana,” kata Fadli Zon saat dihubungi.

Fadli meminta semua pihak tidak membuat interpretasi atas puisinya yang berpotensi melarut-larutkan masalah. Dia sekali lagi menegaskan puisi ‘Doa yang Ditukar’ bukan ditujukan kepada Mbah Moen. (*)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: