Plt Gubernur DKI Sumarsono Angkat Bicara Soal Fatwa MUI

Menurutnya, semua agama di Indonesia ini wajib dilindungi dan punya hak merayakan hari besarnya masing-masing.
, Majalah Kartini | 21/12/2016 - 13:00

plt-gubernur-dki-sumarsono-angkat-bicara-soal-fatwa-mui

MajalahKartini.co.id – Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Sumarsono angkat bicara soal sweeping yang dilakukan oleh sejumlah ormas terkait diterbitkannya fatwa MUI baru-baru ini. Menurutnya, sweeping terjadi karena salah penafsiran di kalangan masyarakat. Dalam kesempatannya Sumarsono mengatakan “Ini (Fatwa MUI) disalahtafsirkan banyak pihak. Sekarang ini kita tahu bagaimana itu Medsos. Banyak tafsiran yang justru memanaskan suasana,” katanya di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (20/12).

Ia juga tidak yakin jika MUI benar melarang.  “Semua agama dilindungi negara dan punya hak merayakan hari raya yang sesuai peraturan ketertiban tentunya. Konsepnya adalah toleransi,” tambahnya. Pria yang akrab disapa Soni itu beranggapan, aparat keamanan sifatnya pengawalan dan pengamanan.

Karena itu, kehadiran aparat keamanan tidak bisa dikatakan sebuah bentuk dukungan terhadap aksi sweeping. “Jadi misal kalau polisi mengamankan demo buruh DKI soal kenaikan UMP, bukan berarti polisi juga setuju dengan hal itu. Jadi perhatikan subtansinya, bedakan antara tugas pengamanan dengan tindakan pendukung,” tuturnya.

Menurut Soni, pemakaian atribut itu sah-sah saja selama tidak ada pemaksaan. Ia juga menambahkan pemasangan atribut juga bisa di kantor-kantor kelurahan. “Ya enggak apa-apa yang namanya kantor kelurahan itu ruang publik. Ruangnya rakyat itu enggak apa-apa, selama itu layak. Yang tidak boleh itu kelurahan dibuat ibadah,” tutup Soni. (Foto: Ecka Pramita)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: