PK Ditolak, Kini Hanya Jokowi yang Bisa Selamatkan Baiq Nuril

Tenaga honorer SMAN 7 Mataram dalam kasus penyebaran konten bermuatan asusila, Baiq Nuril kini hanya tinggal menunggu belas kasihan dari Jokowi.
, Majalah Kartini | 05/07/2019 - 15:09

MajalahKartini.co.id – Kamis (4/7/2019), hakim menyatakan menolak pengajuan PK (Peninjauan Kembali) terpidana Baiq Nuril Maknun, mantan tenaga honorer SMAN 7 Mataram dalam kasus penyebaran konten bermuatan asusila. Pengajuan PK ini diputuskan oleh Ketua Majelis Hakim Margono dengan anggota majelis Desniyati dan Suhadi.

baiq nuril

sumber : istimewa

Dalam pertimbangannya, hakim menyatakan Baiq Nuril terbukti mentrasmisikan konten asusila seperti yang diatur dalam UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Atas keputusan tersebut Baiq pun harus dikenakan enam bulan penjara dan denda Rp500 juta serta subsidier tiga bulan kurungan.

Dikutip dari cnnindonesia.com, kuasa hukum Baiq Nuril, Joko Jumadi menjelaskan bahwa PK merupakan upaya hukum terakhir yang bisa dilakukan kliennya. Oleh karena itu, pihaknya menagih janji dari Jokowi yang pernah mengatakan akan ‘turun tangan’ jika MA menolak upaya hukum yang dilakukan guru honorer ini.

“Satu-satunya jalan sekarang tinggal upaya politik. Saat ini kita tunggu janji dari Pak Jokowi yang waktu itu janji kalau MA menolak maka dia akan turun tangan,” ujar Joko.

Seperti yang telah diketahui, pada bulan November lalu Presiden Jokowi pernah menyatakan ahwa Baiq Nuril dapat mengajukan grasi kepadanya bila merasa belum mendapat keadilan dari putusan MA. Menurut Joko, langkah hukum yang nantinya dapat dilakukan Jokowi adalah dengan pemberian amnesti atau pengampunan hukuman dari kepala negara terhadap seseorang yang melakukan tindak pidana.

Baca juga : Hepatitis Menyerang Jawa timur, 900 Orang Menjadi Korban

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: