PIL KB, Metode Kontrasepsi dengan Efektivitas 99 persen

Guna memperoleh keluarga berkualitas, tentu strategi perencanaan seputar anak diperlukan. Oleh karena itu, memilih metode kontrasepsi menjadi penting.
, Majalah Kartini | 10/10/2018 - 09:00

MajalahKartini.co.id – Pil KB merupakan alat kontrasepsi paling popular dan banyak digunakan oleh mayoritas perempuan di Indonesia. Selain, Suntik KB, Implan, IUD, Kondom Wanita atau pilihan kontrasepsi lainnya, Pil KB banyak dipilih karena dianggap paling praktis dan ringan efek samping. Pil KB mengandung versi sintetis dua hormon yang diproduksi secara alami dalam tubuh perempuan: estrogen dan progestin. Kedua hormon ini mengatur siklus menstruasi wanita, dan tingkat naik-turun hormon ini memainkan peran penting dalam kehamilan.

Bagaimana cara kerja dari Pil KB dalam mencegah kehamilan? dr Cepi Teguh, SpOG – Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Evasari Awal Bros Jakarta menjelaskan, “Hormon yang terkandung dalam pil bekerja dalam tiga cara untuk mencegah kehamilan terjadi: Pertama, mencegah indung telur Anda untuk melepas sel telur agar tidak terjadi proses pembuahan. Kedua, mengubah ketebalan lendir leher rahim guna menyulitkan sperma bergerak masuk ke dalam rahim untuk mencari telur. Terakhir, mengubah lapisan dinding rahim sehingga tidak mungkin untuk sel telur yang dibuahi tertanam di dalam rahim,” ujar dr Cepi menjelaskan.

Banyaknya perempuan memilih Pil KB sebagai alat kontrasepsi pun dianggap beralasan karena bentuknya tablet sehingga tidak perlu disuntikkan atau dimasukkan ke dalam rahim. “Saat distop mengonsumsi pun tidak mempengaruhi kesuburan, meskipun terkadang dapat memakan waktu dua sampai tiga bulan untuk bisa hamil,” ujar dr Cepi.

 

Jenis Pil KB & Tingkat Efektivitasnya

Dikatakan dr. Cepi bahwa secara garis besar ada dua jenis Pil KB, yakni Pil Kombinasi(Pil KB standar) yang mengandung hormon estrogen dan progesteron, dan Mini Pil yang hanya mengandung hormon prosgesteron saja. Dari kedua jenis tersebut, tingkat efektivitasnya pun berbeda, “Tingkat efektivitas Pil KB standar ini dilaporkan mencapai 99 persen. Sedikit berbeda dengan pil mini, yang jika digunakan secara konsisten dan sesuai dengan arahan, tingkat kesuksesan pil mini mencapai 95 persen.”

Meski demikian, angka kesuksesan bisa meleset jika Anda lupa meminum dosis atau kehabisan dosis sebelum sempat isi ulang. Kekeliruan cara pakai atau keterlambatan dosis juga dapat menurunkan efektivitas pil hingga antara 92 hingga 94 persen. Lantas bagaimana aturan mengonsumsi Pil KB yang tepat? “Pil KB bisa dikonsumsi saat haid maupun saat tidak haid, tetapi harus dipastikan tidak sedak hamil. Mengonsumsi Pil KB saat tidak haid, karena pil baru merespon setelah satu minggu  konsumsi,” jelas dr Cepi.

Pil KB aman digunakan oleh sebagian besar perempuan. Namun, pil tidak direkomendasikan bagi wanita yang memiliki berat badan berlebih dan mereka yang berusia 35 tahun ke atas yang merokok. Jika Anda tidak merokok, Anda bisa menggunakan pil hormon sampai menopause. Selain dua kondisi di atas, pil kontrasepsi ini tidak direkomendasikan untuk wanita yang pernah mengidap: 1) Pembekuan darah di lengan, kaki, atau paru, 2) Penyakit  jantung atau hati serius, 3) Kanker payudara atau rahim, 4) Hipertensi tidak terkontrol, serta 5) Migrain parah.

 

Kelebihan Pil KB

Setiap alat kontrasepsi tentu memiliki kelebihan dan kekurangan, tetapi untuk Pil KB ada banyak manfaat yang dapat dirasakan para penggunanya. Selain dapat mencegah kehamilan, beberapa manfaat pil KB di antaranya: Meminimalisir munculnya masalah kulit, membuat menstruasi Anda lebih teratur, Menghentikan migrain yang dialami saat menstruasi. “Migrain tersebut dipicu oleh penurunan hormon estrogen yang terjadi saat menstruasi. Dan pil KB kombinasi dapat membantu menyeimbangkan perubahan kadar hormon dan mengurangi risiko migrain saat menstruasi,” jelas dr Cepi.

Tak hanya itu, Pil KB juga dapat meredakan endometriosis dan sindrom ovarium polikistik (PCOS), mencegah dan membantu menangani anemia defisiensi besi, hingga dapat menurunkan risiko terkena kanker. “Perempuan yang minum pil ini selama 5 tahun atau lebih dapat menurunkan risiko hingga 50% terkena kanker ovarium. Pil KB juga dapat mengurangi risiko kanker rahim dan usus besar,”  tandas dr Cepi. (*)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: