Pernikahan Dini di Papua Meningkat

Badan Pusat Statistik Papua Barat tahun 2010 menyatakan bahwa terdapat kenaikan angka usia dini di Manokwari.
, Majalah Kartini | 29/05/2017 - 21:03

Pernikahan Dini di Papua Meningkat

MajalahKartini.co.id – Anggota komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh mendesak Kemenkes dan BKKBN segera membuat dan melakukan affirmative action pada perempuan-perempuan muda di Papua. Desakan tersebut terkait dengan realitas banyaknya usia pernikahan dini di Papua.  “Saya miris saat mendengar pengakuan seorang perempuan muda yang menikah saat masih di bangku kelas 4 SD. Dia sudah memiliki dua anak dan sedang hamil anak ketiga. Sungguh memilukan,” kata Nihayatul.

Saat berkunjung ke Manokwari Selatan beberapa hari lalu, Nihayah menemui seorang perempuan berusia sekira 18 tahun. Perempuan tersebut sedang menggendong anaknya yang nomer dua dan tengah hamil anak ketiga. Artinya, ia menikah di usia yang sangat belia, mungkin sekira 12 tahun sudah dinikahkan. Mirisnya lagi, perempuan muda itu tidak mengetahui pasti usia kehamilannya, yang berarti ia tidak dapat mengakses fasilitas kesehatan.

Usia pernikahan dini di Papua Barat meningkat. Badan Pusat Statistik Papua Barat tahun 2010 menyatakan bahwa terdapat kenaikan angka usia dini di Manokwari sebesar 0.2 persen dari 8.10 persen pada tahun 2009 menjadi 8.30 di tahun 2010. “Dampak negatif pernikahan dini sangat banyak. Yang paling fatal adalah kematian ibu dan anak. Belum lagi, dengan kualitas pendidikan anak-anak, padahal ibu adalah pendidik utama anak-anaknya. Lalu, bagaimana kita membayangkan generasi indonesia ke depan kalau tidak segera melakukan tindakan dengan realitas tersebut,” terang Nihayah.

Untuk memastikan Kemenkes dan BKKBN sigap dalam mencegah pernikahan usia dini tersebut, Nihayah meminta Kemenkes dan BKKBN melakukan affirmative action pada perempuan-perempuan muda di Papua. “Kemenkes dan BKKBN perlu affirmative action. Bentuknya, Kemenkes harus memastikan para perempuan dapat mengakses fasilitas kesehatan dan BKKBN membuat program yang lebih inovatif mengenai pencegahan usia dini untuk wilayah papua ini, karena pernikahan usia dini di sana juga berkelindan dengan adat masyarakat setempat,” ujarnya.

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: