Pernikahan Dini, Penyebab Hingga Solusi yang Harus Orang Tua Pahami

Orang tua memiliki peran penting dalam mengurangi angka pernikahan dini.
, Majalah Kartini | 08/03/2017 - 18:05

Pernikahan Dini, Penyebab Hingga Solusi yang Harus Orang Tua Pahami

MajalahKartini.co.id – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Maria Ulfah Anshor, menyampaikan, berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak, usia minimal perempuan dapat menikah pada usia 18 tahun.

Undang-undang (UU) Perkawinan No. 1/1974 menyatukan seluruh peraturan yang mengatur pernikahan dan perceraian. Dalam UU ini lelaki didefinisikan sebagai kepala rumah tangga dan pemberi nafkah bagi keluarga; peran seorang perempuan adalah sebagai istri dan ibu.

Kendati demikian UU 1974 tersebut memberikan perempuan hak yang sama dalam pengambilan keputusan menyangkut hak milik bersama, hak yang sama untuk menggugat cerai, dan hak yang sama untuk membuat keputusan yang mengikat secara hukum.
UU tersebut juga berperan besar dalam menaikkan usia perempuan pada pernikahan pertama, yang secara umum berfungsi meningkatkan posisi perempuan dalam pernikahan (Berninghausen & Kerstan, 1991: 107-108).

Namun perbudakan berkedok pernikahan masih terus berlangsung di Indonesia. Berdasarkan UU Perkawinan No.1/1974, perempuan Indonesia diizinkan untuk menikah pada usia 16 tahun atau lebih muda jika mendapat izin dari pengadilan.

Faktor Pernikahan Dini:

1. Ekonomi
Faktor ekonomi adalah faktor yang sering dijadikan untuk pernikahan dini. Orang tua yang tak mampu membiayai hidup dan sekolah terkadang membuat sang anak memutuskan untuk menikah dini. Sejuta harapan sudah terbayangkan apabila ia memutuskan untuk menikah dini, maka hidupnya akan tercukupi secara materi.

Solusi: Jika memang harus putus sekolah dan membantu keadaan ekonomi keluarga, mengapa tidak meminta anak untuk melakukan aktivitas ekonomi yang positif? Sesuaikan dengan minat dan bakat anak.

2. Pendidikan
Tugas seorang anak adalah sekolah dengan baik. Namun faktor ekonomi sering terjadinya putus sekolah. Karena tidak sekolah dan tidak ada kegiatan positif yang bisa ia lakukan, maka ketika datang seseorang yang mau melamar akan langsung diterima tanpa memikirkan efek yang akan terjadi ke depannya. Padahal dengan pendidikan, kehidupan anak akan menjadi jauh lebih baik. Sudah menjadi kewajiban orang tua agar anak mendapatkan pendidikan yang layak, seberat apapun masalah yang dihadapinya.

Solusi: Biarkan anak mendapat kesempatan untuk mengeyam pendidikan setinggi-tingginya. Beri akses dan cari sarana agar anak sibuk sekolah dan tidak ada waktu untuk memikirkan hal-hal yang negatif.

3. MBA: Married By Accident
Seketat apapun orang tua melindungi anaknya dari dunia luar, tetap saja akan kena imbasnya walau sedikit. Dengan perkembangan jaman yang cepat, internet atau sarana media yang lain yang mudah diakses membuat anak terjatuh dalam pergaulan bebas. Terkadang orang tua tidak mampu mengikuti perkembangan jaman dan akan terkaget-kaget melihat efeknya.

Adanya perasaan malu atau minder karena tidak memiliki seorang pacar akan membuat seorang anak akan terlanjur bebas dan asyik menjalin hubungan dengan lawan jenis, sehingga akan membuat sang anak menjadi lupa diri saat berpacaran.

Hamil diluar nikah adalah akibat yang sering terjadi karena pergaulan bebas. Karena malu dan dianggap aib, maka orang tua akan menikahkan anaknya yang masih sekolah tersebut.

Solusi: Tidak ada solusi yang lebih baik selain memberi kesempatan si calon bayi untuk menikmati dunia, walaupun harus dengan risiko harus menanggung malu atau anak harus cuti sekolah dahulu. Setelah melahirkan, si ibu bisa melanjutkan sekolahnya, dan untuk sementara ibunya lah yang membantu mengasuh bayi tersebut.

4. Mencegah Pergaulan Bebas
Karena takut anaknya melakukan hubungan yang tidak seharusnya dengan lawan jenis, maka orang tua memaksakan menikahkan anaknya. Alasan takut hamil diluar nikah atau zina. Padahal, mungkin anaknya sedang menikmati masa-masa sekolahnya atau masa mudanya.

Solusi: Bekali anak dari rumah dengan norma susila atau norma agama. Dengan penjelasan yang efektif dan dari hati ke hati akan membuat anak memahani dampak negatif apabila terlalu jauh bergaul.

Efek Negatif Pernikahan Dini
1. Eksploitasi anak
2.Hilangnya kesempatan untuk mendapat pendidikan
3.Rentan terhadap kanker serviks
4.Mudah terjadi perceraian
5.Pemaksaan akan kematangan dan kedewasaan cara berpikir anak
6.Hilangnya masa muda
7.Bunuh diri
8.Terjadi penyimpangan sosial
9.Efek Positif Pernikahan Dini

(Foto: ilustrasi)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: