Ini Dampak dari Perkawinan Anak di Bawah Umur

Perkawinan anak di bawah usia 18 tahun merupakan masalah krusial di Indonesia.
, Majalah Kartini | 25/11/2016 - 13:30

MajalahKartini.co.id – Dalam rangka peringatan Hari Anti Kekerasan Terhadapat Perempuan, Gerakan Perempuan Mewujudkan Indonesia Beragam, menggelar konferensi pers menuntut perkawinan anak di Indonesia. Gerakan perempuan mewujudkan peradaban Indonesia yang bersih dari korupsi, bebas dari kemiskinan, bebas dari segala bentuk kekerasan dan rasa takut untuk mencapai keadilan dan kedaulatan bagi rakyat miskin ini menyerukan untuk merevisi UU RI No.1 Tahun 1974 tentang perkawinan dan segera mengesahkan RUU keseterahaan dan keadilan gender.

Tidak hanya itu, Gerakan Perempuan Mewujudkan Indonesia Beragam menuntut Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk memberikan komitmen politik dengan mengesahkan Peraturan Penggantian Undang-Undang (PERPU) tentang pencegahan dan penghapusan perkawinan anak. Menurut keterangan merela, perkawinan anak usia dibawah 18 tahun terutama anak perempuan merupakan masalah krusial di Indonesia, karena berdampak langsung terhadap memburuknya kualitas kesehatan perempuan, pendidikan anak perempuan dan kemiskinn perempuan terutama perempuan yang menjalani kehidupan sebagai Pekerja Rumah Tangga (PRT) dalam negeri dan migran.

Misiyah dari Institut KAPAL Perempuan mengatakan, dampak perkawinan dibawah umur menyebabkan setuasi dan kondisi yang sulit. “Saat ini Indonesia mengalami situasi pendidikan yang sulit,” ujarnya, di Jakarta, Jumat (25/11). Sementara itu, Dian Kartikasari dari Koalisi Perempuan Indonesia mengungkapkan berbagai fakta terkait pernikahan anak dibawah usia 18 tahun. “Faktanya menunjukan anak-anak yang menikah dibawah umur akan melahirkan generasi yang tidak berkualitas,” katanya.

Ibu yang menikah di usia dini menurutnya, masih tidak tahu asupan gizi saat hamil, dengan begitu akan lahir anak-anak dengan keterbatasan berat badan. Tidak hanya itu, Dian melanjutkan, ibu yang menikah di usia muda tidak mengerti perawatan dan pengasuhan terhadap sang anak yang mengakibatkan penelantaran yang dilakukan orang tuanya.

Menurut Dian, anak-anak yang lahir dari ibu yang menikah dibawah usia 18 tahun akan mengalami keterlambatan dalam perkembangan kecerdasan akibat ketidakmengertian pola asuh dari sang ibu. Dampak yang terjadi akibat pernikahan anak, akan mengakibatkan kegagalan wajib belajar 12 tahun. Perkawinan anak juga akan menyebabkan AKI dan kesehatan reproduksi perempuan terpuruk, dan perkawinan anak akan menutup akses pekerjaan layak dan menciptakan siklus kemiskinan. (Foto: Raga Imam)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: