Hentikan Tindakan Diskriminatif pada Pekerja Rumah Tangga

Pekerja rumah tangga (PRT) adalah profesi yang dibutuhkan saat ini, namun banyak pula yang melakukan tindakan semena-semena.
, Majalah Kartini | 29/09/2016 - 17:00

MajalahKartini.co.id – Banyak kasus hak-hak PRT yang tidak dipenuhi, sementara kewajiban sudah dilakukan. Seharusnya setiap warga negara berhak mendapatkan penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak-haknya apa pun profesinya. Karena tiap warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan dan mendapatkan hak-haknya.

Dalam hal warga negara mengalami ketidakadilan dan berbagai pelanggaran hak, maka konstitusi dan beberapa ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya menjamin bahwa mereka memiliki hak dan kedudukan yang setara untuk melakukan berbagai upaya hukum terkait dengan hal tersebut.

Tindakan diskriminatif tersebut kerapkali terjadi terhadap PRT, mereka diperlakukan tidak manusiawi oleh lingkungan sekitar tempat bekerja. Hal tersebut terjadi diantaranya di beberapa apartemen yang ada di kawasan Jakarta Selatan. Hal tersebut diungkapkan oleh Ludiyah dari organisasi PRT Sapulidi.

Ludiyah yang sudah 23 tahun bekerja sebagai PRT bersama beberapa rekannya sesama PRT terkadang mengalami diskriminatif oleh sekitar tempat kerjanya. “Kami tidak boleh menggunakan lift untuk umum yang ada di apartemen, tapi menggunakan lift untuk barang. Namun harus lewat “basement” tidak boleh lewat jalur umum seperti di lobi untuk menuju lift barang yang berdekatan dengan lift umum,” katanya.

Hal tersebut diterapkan oleh manajemen di beberapa apartemen terutama di kawasan Jakarta Selatan, bahkan ada pula sekolah internasional yang melakukan tindakan diskriminatif terhadap PRT dengan tidak boleh terlalu mendekati kawasan sekolah apabila menunggu anak majikannya.

Bentuk kekerasan psikis tersebut kerap terjadi seperti perendahan dan penghinaan, pengekangan tidak boleh menggunakan alat komunikasi, pengekangan tidak boleh ke luar rumah, berkomunikasi dan bersosialisasi, tidak boleh memakai kacamata, dipermalukan di depan umum serta tuduhan sepihak.

Ludiyah yang berasal dari Wonosobo tersebut berharap agar pemerintah memberikan perlindungan hukum kepada kepada profesinya yang disandangnya, karena tidak semua rekan sesama PRT mau memberanikan diri melaporkan bila terjadi tindakan yang tidak manusiawi menimpa. (ANT/Foto: ANT FOTO)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: