Film Festival untuk Kampanye Penghapusan Kekerasan Berbasis Gender & Seksual

Ke-32 film adalah film-film yang sesuai dengan tema dan komitmen untuk penghapusan kekerasan berbasis gender dan seksual.
, Majalah Kartini | 27/11/2017 - 09:11

MajalahKartini.co.id – Jaringan #GerakBersama, Kalyanashira Films & 100% Manusia Film Festival secara resmi akan membuka 16FF siang ini pukul 14.00 di SAE Institute Jakarta, Pejaten. Jakarta Selatan. Film Festival ini akan diselenggarakn sepanjang 16 hari bertepatan dengan kampanye global 16 Days of Activism against Gender & Sexual Based Violence atau dikenal di Indonesia sebagai Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16HAKTP) dimulai tanggal 25 November hingga 10 Desember setiap tahunnya.

Situasi kekerasan berbasis gender dan seksual di Indonesia semakin darurat. Data dan angkanya terus meningkat setiap hari. Baru-baru ini kita diperdengarkan oleh sebuah berita telah dibunuh seorang isteri oleh suami sendiri karena menggugat cerai suaminya. Dua minggu lalu kita mendapati berita tentang perkosaan yang dialami oleh seorang anak usia 15 dengan pelaku 20 orang di Bengkulu.

Dalam catatan Komnas Perempuan pada tahun 2017 terdapat 5.747 kasus kekerasan seksual yang terlaporkan. Sementara oleh wakil-wakil rakyat di parlemen republic ini Rancangan Undang-undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual masih belum dianggap sebagai pekerjaan penting yang harus segera didorong dan disahkan.

Situasi tersebutlah yang menginspirasi penyelenggara 16FF untuk merasa penting melakukan sebuah kampanye publik yang dapat diikuti oleh semua pihak. 16FF akan memutar 16 film panjang dan 16 film pendek selama 16 Hari Kampanye untuk menyeru 16 sumpah #gerakbersama untuk penghapusan kekerasan seksual. Festival film ini didukung oleh 16 Volunteer Ambasador yang terdiri dari kalangan seniman yang memiliki kepedulian yang sama.

Film-film ini adalah hasil karya anak bangsa dimana para produser, sutradara hingga pemain filmnya memiliki kepedulian yang sama tingginya atas komitemen dalam penghapusan kekerasan.  Film-film ini akan diputar dan didiskusikan di Jakarta & 14 tempat di luar kota Jakarta. Setiap pemutaran yang diselenggarakan akan diakhiri dengan diskusi-diskusi bersama dengan filmmaker dan ahli di isu-isu yang relevan dengan film maupun tema 16FF untuk menghapus dan menghentikan kekerasan berbasis gender dan seksual.

Melalui 16FF mengajak semua pihak untuk menyeru sumpah secara bersama-sama mengambil andil dalam menghentikan kekerasan berbasis gender dan seksual. Dan sudah seharusnya hidup dengan penuh rasa aman dan damai adalah kehidupan yang sama-sama kita cita-citakan. Mengutip Lukman Sardi ‘Manusia lahir dari perwujudan cinta dan cinta itu tidak mengenal kekerasan. jadi apakah kita manusia kalau masih melakukan kekerasan? End This!’.

Nia Dinata salah satu inisiator dari film festival ini menyebutkan bahwa ‘media film tidak akan pernah kadaluwarsa untuk dijadikan alat kampanye penghapusan kekerasan’. Mengutip Reza Rahardian ‘Bukan zamannya lagi yang membela hak perempuan, adalah perempuan sendiri saja, kita laki-laki juga harut turut serta’.

Sementara itu Lini Zurlia, Festival Manager menyampaikan ‘Festival ini bertujuan untuk menggaet publik yang lebih luas, utamanya anak muda. Ada banyak film lama yang mengulas tentang kekerasan seksual dimana mungkin waktu pembuatannya anak-anak muda ini belum lahir, namun filmnya masih relevan hingga situasi hari ini;.

16FF mengajak semua pihak untuk terlibat dalam kampanye ini. Media juga untuk memberikan perhatian terhadap penghapusan kekerasan berbasis gender dan seksual dengan memberitakan kegiatan yang menarik ini. Pemutaran akan dimulai sejak 25 November 2017 ditandai dengan Opening Ceremony di SAE Institute Jakarta pukul 14.00 dengan memutar film Ca Bau Kan sebuah film karya Nia Dinata dan pemutaran kedua puku 16.00 My Generation sebuah film karya UPI. Pemutaran ke-2 akan diakhiri dengan diskusi dimana para narasumber adalah UPI (sutradara), Magdalena Sitorus (Komisioner Komnas Perempuan) , Lutesha (Pemeran dalam My Generation), Livia Iskandar (Psikolog) dan akan dimoderatori oleh Nia Dinata. (Foto: Doc. Pribadi/The Star)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: