Duka dan Tangis Histeris Warga Sri Lanka

Sejumlah warga berhamburan, ketakutan. Mereka keluar rumah ketika mendengar ledakan pada sebuah mobil dekat gereja di Kolombo. Darah, duka, dan air mata menimpa Sri Lanka.
, Majalah Kartini | 24/04/2019 - 08:00

Foto: Istimewa

MajalahKartini.co.id – Minggu (21/4/2019) Sri Lanka berduka akibat jatuhnya bom saat hari Paskah berlangsung. Selama dua hari berturut-turut Sri Lanka diteror bom. Sembilan bom menghantam tiga gereja yakni gereja St. Anthony, Gereja St. Sebastian, dan Batticaloa.

Bom pun menyasar ke empat hotel, yakni hotel Grand Cinnamon, Shangri-La, Kingsburry, dan hotel yang letaknya berdekatan dengan kebun binatang. Tujuh serangan bom tersebut dilansir Reuters di antaranya merupakan bom bunuh diri.

Foto: The Indian Express

Jumlah korban yang tewas akibat ledakan bom mencapai 359  jiwa dan korban luka mencapai lebih dari 500 orang. Sebagian besar korban meninggal dunia adalah warga Sri Lanka, sementara 38 lainnya tercatat berkewarganegaraan Inggris, AS, Australia, Turki, China, Denmark, Belanda dan Portugis.

Dikutip dari The Guardian, Sri Lanka menduga teror tersebut didalangi oleh National Thowheeth Jama’ath (NTJ), sebuah kelompok militan yang mempunyai jaringan internasional. Mirip seperti kelompok ekstrimis internasional. Namun sebelumnya, melalui media propagandanya, Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengaku bertanggungjawab atas pengeboman tersebut. Meskipun hingga saat ini belum ditemukan adanya bukti yang mengarah pada klaim tersebut.

Sampai Selasa (23/4/2019), Kepolisian Sri Lanka telah menangkap 40 tersangka serangan bom di Kolombo. Sebagian besar tersangka merupakan warga lokal, satu di antaranya adalah warga Suriah.

Diduga Kakak-Beradik yang Menjadi Pelaku

Keterangan sumber kepolisian Sri Lanka kepada kantor berita Perancis AFP menyebutkan bahwa, dua orang bomber tersebut adalah anak pengusaha rempah kaya raya asal Kolombo. Sumber tersebut enggan membeberkan nama pelaku.

Mereka diduga kuat meledakkan diri di dalam hotel Shangri-la dan Cinnamon Grand saat tengah mengantri sarapan pagi. “Mereka merupakan anggota kunci kelompok  National Thowheeth Jama’ath (NTJ),” jelasnya.

Tanggapan dari Selandia Baru Terkait Teror Christchurch

Menteri Pertahanan Sri Lanka, Ruwan Wijewardene mengatakan investigasi awal yang dijalankan intelejen Sri Lanka menyebutkan bahwa teror ini memiliki keterkaitan modus balas dendam terhadap teror bom masjid di Christchurch, Selandia Baru.

Baca juga: Korban Tewas Ledakan di Sri Lanka Mencapai 200 Jiwa Lebih

Lantas juru bicara Perdana Menteri Selandia Baru merespon dan menilai laporan tersebut belum menunjukkan keterkaitan dengan teror Christchurch yang terjadi pada Maret lalu.

“Warga Selandia Baru menentang terorisme dan kekerasan ekstrem dalam segala bentuknya. Setelah serangan di masjid Christchurch, kami mengutuk pelaku kekerasan dan menjaga pesan perdamaian yang menyatukan kita semua,” tutur juru bicara Perdana Menteri Selandia Baru.

Gagal Mencegah, Presiden Sri Lanka Cabut Jabatan Menteri Pertahanan

Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena (kiri) dan Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe (Sumber foto: Dinuka Liyanawatte/Reuters)

Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena berencana akan mencopot menteri pertahanan Sri Lanka mengingat terjadinya kegagalan tugas karena tidak melaporkan informasi dari intelejen asing mengenai adanya ancaman bom bunuh diri yang mengincar gereja.

“Saya berencana akan merestrukturisasi organisasai di dalam tubuh kepolisian dan pasukan keamanan pekan mendatang. Saya juga akan mengganti menteri pertahanan dalam waktu 24 jam sejak saat ini,” kata Sirisena dalam siaran televisi lokal, Selasa (23/4/2019).

Padahal, Kepala Kepolisian Sri Lanka, Pujuth Jayasundara sudah mengirim peringatan yang bersumber dari laporan intelijen ke pejabat tingginya. Berdasarkan peringatan yang dilihat AFP, serangan menyasar gereja terkenal di Sri Lanka.

Peringatan itu tertulis pada laporan tanggal 11 April 2019, 10 hari sebelum ledakan, yang bertuliskan, “Agen intelijen asing telah melaporkan NTJ (National Thowheeth Jama’ath/kelompok teroris) merencanakan serangan bom bunuh diri yang menyasar gereja ternama dan Komisi Tinggi India di Colombo.”

Potret Tangisan Histeris Warga Sri Lanka Pasca Ledakan Bom

Tangisan histeris warga Sri Lanka pasca ledakan bom (Sumber Foto: Reuters)

Doa dan tangisan bercambur saat pemakaman korban ledakan bom Sri Lanka (Sumber foto: Reuters)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: