Cerita Perempuan yang Memutuskan Menikah di Usia 15 Tahun

Sekitar 75% dari korban perkawinan anak ini berakhir dengan perceraian akibat KDRT.
, Majalah Kartini | 26/11/2016 - 10:00

MajalahKartini.co.id – Menurut Survei Gerakan Perempuan Mewujudkan Indonesia Beragam, ada sekitar 2 juta dari 7,3 juta perempuan Indonesia berusia dibawah 15 tahun sudah menikah dan putus sekolah. Data BPS tahun 2014 juga mencatat 1,6% atau sebanyak 1.324.800 anak dikawinkan pada usia 10-17 tahun dan sebagai besar adalah anak perempuan.

Salah satu perempuan yang pernah mengalami perkawinan di usia muda adalah Sukaesi, perempuan yang menikah di usia 15 tahun. Dirinya bercerita, awal mula perkawinan tersebut dilandasi faktor ekonomi yang menjepit keluarganya. Mempunyai bapak berprofesi sebagai tukang becak dan memiliki 4 orang adik, inilah motivasi Sukaesi untuk memputuskan menikah di usia tersebut. “Saya berkeinginan membantu bapak saya untuk memperbaiki ekonomi keluarga,”ujarnya di Jakarta, Jumat (25/11).

Sukaesi juga bercerita dalam menjalani pernikahan dia sering mendapatkan tindak kekerasan. Ibu yang telah dianugerahi 3 orang anak ini pernah menjalani 2 kali pernikahan yang berbuntut tindak kekerasan yang dialaminya. “Pernikahan pertama saya di usia 15, suami saya 20 tahun, dia kerjanya serabutan (Buruh), masih suka nongkrong sampai pagi. Sering emosi dan akhirnya saya tidak tahan dan memutuskan untuk berpisah,” katanya.

Tidak jauh berbeda saat menjalani pernikahan yang kedua di usia 17 tahun, pada tahun 2008 silam, dirinya juga acap kali mendapat tindak kekerasan yang dilakukan suaminya. Sukaesi juga pernah berkerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) hanya untuk mencukupi ekonomi sekaligus membantu suaminya.

Namun, lanjut Sekaesi ketika dirinya pulang ke Indonesia ternyata sang suami yang berkerja sebagai tukang buah tersebut telah menikah dengan perempuan lain. Hingga kini dirinya telah menjalani kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya setelah memutuskan kembali untuk menikah ketiga kalinya.

Sementara itu, menurut data dari JALA PRT (Jaringan kerja nasional untuk perlindungan dan advokasi pekerja rumah tangga) dari anggota serikat PRT yang tersebar di Jakarta, Bekasi, Tanggerang, Yogyakarta, Semarang, Medan, Lampung, Nusa Tenggara Barat dan Makassar sebanyak 2.749 (data Juli 2016) 42%nya adalah pelaku kawin anak dan 20% diantaranya kawin di bawah usia 16 tahun dan melahirkan sewaktu masih berusia anak. Sekitar 75% dari korban perkawinan anak ini berakhir dengan perceraian akibat KDRT. (Foto: Ilustrasi/Shutterstock)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: