Perempuan Tergemuk di Palangkaraya, Titi Wati Siap Jalani Operasi Lambung

Di bawah penanganan 16 dokter ahli, Titi akan menjalankan operasi pengecilan lambung dengan metode laparoskopi.
, Majalah Kartini | 14/01/2019 - 11:00

MajalahKartini.co.id – Ketika hendak dievakuasi dari rumah kontrakannya diJalan G Obos XXV Gang Bima,Palangkaraya, Kalimantan Tengah (11/1), warga kesulitan mengeluarkannya, bahkan hingga membobol jendela rumah agar perempuan berusia 37 tahun tersebut dapat dibawa ke rumah sakit. Titi Wati selama ini hanya bisa terkapar akibat mengalami obesitas, sebelumnya disebut bahwa berat badan Titi mencapai 350 kg, namun setelah dicek dokter, berat badan Titi tak sampai 3 kwintal.

Guna membantu Titi agar bisa beraktivitas seperti sedia kala, ia harus menjalani operasi pengecilan lambung, dengan demikian berat badan Titi Wati bisa turun maksimal 20 kilogram per bulan. Selama sepekan ke depan, Titi akan diawasi oleh 16 dokter ahli di RSUD Doris Sylvanus, Palangkaraya.

16 dokter ahli akan melakukan cek kesehatan dan persiapan pra operasi. Setelah dinyatakan siap, Titi akan segera menjalani operasi pengecilan lambung. “Sebelum melakukan operasi pengecilan lambung, selama sepekan Titi akan ditangani oleh 16 dokter ahli dari Bali dan Kalteng.” “Operasi dilakukan jika semua hasil cek kesehatan Titi memungkinkan untuk dilakukan operasi,” kata Wakil Direktur RS Doris Sylvanus Palangkaraya, dr Theodorus Sapta Atmadja (13/1).

Imbuh Theo, dokter yang menangani operasi Titi Wati sudah ahli dalam operasi pengecilan lambung. Dokter terbaik dan berpengalaman dipilih demi kesehatan Titi Wati untuk hidup normal. Pasalnya operasi lambung tidaklah tindakan sederhana. Diperlukan penanganan khusus oleh tenaga ahli di bidangnya.

“Dokter yang kami pakai adalah yang sudah berpengalaman, kami pilih yang terbaik,” ujarnya.

Dilaporkan operasi yang dijalani Titi Wati nantinya menggunakan sistem laparoskopi. Disebutkan tingkat kegagalan operasi ini tidak begitu besar. “Operasi nantinya akan menggunakan sistem laparoskopi, mengingat peralatan yang kami miliki cukup memadai.” “Menurut teori, tingkat kegagalan dari operasi yang akan dilakukan kepada pasien sangatlah kecil,” ujarnya.

Jika sukses menjalani operasi pengecilan lambung, berat badan Titi Wati bisa turun hingga 25 kilogram. Tetapi dokter akan membuat berat badan Titi Wati maksimal turun 20 kilogram tiap bulannya. Titi tak boleh mengalami penurunan berat badan lebih dari 25 kilogram karena dapat membahayakan kesehatannya. “Seusai operasi berat badan, Titi tidak boleh mengalami penurunan lebih dari 25 kilogram setiap bulan.”

“Estimasi yang ditetapkan adalah sekitar 20 kilogram setiap bulan, sehingga seiring dengan berjalannya waktu, berat badannya akan menyusut. Jadi masyarakat jangan berpikir kalau saat sebelum operasi pasien memiliki bobot besar, kemudian saat keluar langsung menjadi kecil,” imbuhnya. (*)

 

 

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: