Perempuan Pertama Pemimpin Hongkong Janji Atasi Perpecahan

Lam, yang akan menjadi perempuan pemimpin eksekutif pertama ketika menduduki jabatannya pada 1 Juli, memenangi 777 suara.
, Majalah Kartini | 29/03/2017 - 09:01

Hong Kong chief executive candidate Carrie Lam smiles during the Hong Kong chief executive election in Hong Kong on March 26, 2017. A mainly pro-China committee began voting for a new leader of Hong Kong on March 26 to take the helm of the deeply divided city, which is fearful Beijing is curtailing its freedoms. / AFP PHOTO / DALE DE LA REY        (Photo credit should read DALE DE LA REY/AFP/Getty Images)

MajalahKartini.co.id – Pemimpin baru Hong Kong Carrie Lam berjanji menyelesaikan perpecahan politik di kota tersebut setelah memenangi pemilihan umum Ahad, 26 Maret 2017. Lam disebut sebagai calon terpilih yang disukai Pemerintahan China.

“Hong Kong, rumah kita, menderita akibat perpecahan cukup serius dan menghimpun banyak frustasi. Prioritas saya mengatasi perpecahan,” kata Lam sebagaimana dikutip kantor berita AFP.

Lam (59) mengatakan dalam pidatonya kepada pers setelah memenangi pemilihan bahwa dia siap memulai babak baru dalam perjalanan bersama masyarakat Hong Kong. Lam mengatakan dia akan berdiskusi dengan orang-orang dari beragam sektor mengenai pembangunan Hong Kong, seperti menggunakan sumber daya baru dalam pendidikan, mengatasi masalah perumahan dan memperkenalkan kebijakan finansial dan pajak baru.

Dia juga berjanji berupaya sepenuhnya mempertahankan “satu negara, dua sistem” dan menjaga nilai-nilai inti Hong Kong. “Saya yakin bahwa kita bisa mengesampingkan perbedaan dan mencapai solusi terbaik,” katanya.

Carrie Lam Cheng Yuet-ngor terpilih menjadi pemimpin eksekutif Hong Kong selanjutnya dalam pemungutan suara. Warga Hongkong yang berpenduduk 7,3 juta orang itu tidak ambil bagian dalam memutuskan pemimpin mereka. Pemilihan dilakukan oleh 1.200 anggota Komite Pemilihan dalam pemungutan suara yang berlangsung mulai pukul 09.00 waktu setempat di Hong Kong Convention and Exhibition Center.

Lam, yang akan menjadi perempuan pemimpin eksekutif pertama ketika menduduki jabatannya pada 1 Juli, memenangi 777 suara. Angka ini meninggalkan pesaing terketatnya, bekas sekretaris keuangan John Tsang Chun-wah, yang hanya mengumpulkan 365 suara. Kandidat ketiga, pensiunan hakim Woo Kwok-hing, cuma mendapay 21 suara.(Sundari/Foto: time.com)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: