Pentingnya Deteksi Dini Fungsi Pendengaran Anak

Gangguan pendengaran dapat menghambat perkembangan kognitif, psikoIogi dan sosial anak.
, Majalah Kartini | 26/01/2017 - 08:02

Pentingnya Deteksi Dini Fungsi Pendengaran Anak

MajalahKartini.co.id – Staf Departemen Telinga, Hidung dan Tenggorokan (THT) Bedah Kepala Leher. RSCM FKUI, dr. Harim Priyono, SpTHT-KL(K) mengungkapkan, dampak yang ditimbulkan akibat gangguan pendengaran cukup Iuas dan berat jika tidak ditangani dengan tepat, yaitu mengganggu perkembangan kognitif, psikologi dan sosial. “Untuk itu, kesadaran mengenai dampak gangguan pendengaran sangatlah penting untuk terus ditingkatkan agar masyarakat di Indonesia mengetahui solusi yang tepat untuk penanganan masaIah gangguan pendengaran,” kata dr. Harim.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa implantasi koklea telah menjadi prosedur yang sering dilakukan di Indonesia. Di RSCM Kencana, pada periode 2009 hingga 2016 telah menangani operasi implan koklea untuk 80 pasien. “Selain itu, agar implantasi berjalan dengan Iancar juga diperlukan penyesuaian pengaturan dan kualitas suara sebagai tindak lanjut pasca operasi. Di bulan-bulan setelah operasi implantasi beberapa sesi penyesuaian akan diminta untuk secara bertahap meningkatkan kualitas informasi suara,” katanya memaparkan dalam media workshop RSCM Kencana, Kasoem Hearing & Speech dan Cochlear di Jakarta, Selasa (24/1) tentang solusi terkini gangguan pendengaran melalui teknologi implan Koklea demi masa depan anak yang lebih baik.

Fungsi pendengaran itu, lanjutnya diciptakan stereo seperti juga mata ada stereoscopic, jadi kelebihan dengan pendengaran dua telinga kita yang sehat adalah satu kita dapat menentukan lokasi dari sumber bunyi pendengaran, yang kedua yang terpenting adalah dengan pendengaran binaural kemampuan kita menangkap percakapan di lingkungan yang bising akan jauh lebih baik.

Kasus lokalisasi sumber bunyi yang kedua kemampuan menangkap percakapan di tempat yang ramai itu dilihat dari sekali lagi fungsi pendengaran di masing-masing telinga. Masing-masing telinga memiliki fungsi tidak selalu sama, dalam arti mungkin telinga kiri memiliki gangguan derajat berat tapi di telinga kanan sudah sangat berat jadi bisa pada kondisi dimana kedua telinga itu satu telinga masih bisa menggunakan alat bantu dengar konvensional satu telinga yang lain menggunakan alat bantu dengan implan koklea.

“Jadi dua jenis alat bantu dengar di dalam satu badan pasien itu bisa dilakukan tetapi pada kondisi dimana kedua telinga dua-duanya adalah profound atau sangat berat maka kedua telinga kita pasang dengan implan koklea tapi pertimbangan lain di Indonesia sisi telinga sudah cukup hanya saja kekuranganya kembali kepada kelebihan binaural tadi. Si anak ini mungkin ada sedikit kesulitan bilamana berkomunikasi pada lingkungan yang ramai atau lingkungan dengan bising yang tinggi. Kemudian yang kedua pasien ini sulit untuk menentukan lokasi sumber bunyi hanya dengan satu alat,” paparnya.

Kemudian yang harus dijaga adalah bagaimanapun juga alat implant adalah alat elektronik sehingga dia rentan terhadap kondisi-kondisi seperti aliran listrik di badan yang terlalu besar seperti terkena sengatan listrik dan yang kedua benturan. Jadi sebaiknya pengguna implan tidak dianjurkan melakukan atau memiliki hobi olahraga yang ekstrim di mana ada risiko benturan terhadap alat. “Semua olahraga yang berisiko menimbulkan benturan pada alat itu dimasukkan ke dalam olahraga yang ekstrim contohnya beladiri,” kuncinya.

Konsep layanan implantasi koklea di RSCM Kencana merupakan suatu kerja tim serta dengan alur tatalaksana yang melibatkan multidisiplin ilmu medis dan non-medis diataranya Spesialis neurologi anak, Spesialis neurologi (pasien dewasa), Spesialis penyakit dalam (pasien dewasa), Spesialis radioiogi, Spesialis anestesi, Spesialis tumbuh kembang anak, Farmasis Klinik dan Spesialis psikiatri anak (psikolog). (Foto: Andim)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: