Pengasuh Anak Keluarga Kaya Bocorkan Fakta Mengejutkan Majikan

Saking kayanya majikan, bahkan uang bisa dilempar begitu saja.
, Majalah Kartini | 30/12/2016 - 11:00

pengasuh-anak-keluarga-kaya-bocorkan-fakta-mengejutkan-majikan

MajalahKartini.co.id – Pengasuh anak memang biasanya dituntut untuk menyembunyikan rahasia majikannya. Mereka memang sering terlihat pendiam di dunia nyata. Namun, beberapa pengasuh anak yang menyembunyikan identitasnya di sosial media mengungkapkan beberapa hal gila selama mereka bekerja.

Salah satu dari mereka mengatakan kisah hidup majikannya seperti sinetron di televisi. Misalnya majikan laki-lakinya ternyata mempunyai anak dari perempuan lain selama lima tahun. “Saking kayanya, uang bisa dilempar begitu saja,” kata salah seorang pengasuh yang lain. Dia bercerita majikannya pernah membeli kursi goyang seharaga US $ 500 atau lebih dari Rp 6,73 juta. Karena sedikit salah warna, majikan membuang begitu saja dan membeli yang baru.

Pengasuh lain menulis dua anak perempuan majikannya berebut rumah boneka barbie. “Cara majikan melerai cukup beli boneka dan rumah barbie baru di American Girl dan pergi ke salon untuk mendandani anak perempuan dan boneka barbienya,” kata pengasuh tersebut.

Baby sitter lain mengatakan dia dibayar seorang miliarder dari ASIA yang memiliki tujuh anak. Dari tujuh anak tersebut, hanya seorang anak perempuan yang dikandung istrinya. Sementaranya enam lainnya menggunakan ibu pengganti. Istri majikannya malas hamil lagi sehingga mereka menyewa rahim perempuan lain. Karena sangat menyukai anak laki-laki, majikan tersebut menggunakan teknologi khusus agar semuanya terlahir laki-laki.

Pengasuh lain bersedih karena anak-anak tak dekat dengan orang tuanya. “Putri mereka lahir awal Oktober ini, selama sebulan, hanya pengasuh bayi yang menemani anak malang tersebut,” tulisnya. Majikan laki-laki hanya pulang sekali dalam sebulan. Sementara majikan perempuan berada di luar rumah sejak pukul 6 pagi hingga pukul 9 malam, setiap hari.

Cerita lain, saat pengasuh sedang bermain dengan anak-anak mereka, para orang tua malah sibuk ngobrol dengan orang lain. Padahal mereka pada lokasi yang sama. “Kadang aku berpikir mereka punya anak hanya karena tuntutan sosial, bukan benar-benar menginginkannya,” ujar pengasuh tesebut.

Para pengasuh sering melihat anak-anak tidak bahagia meski mendapatkan limpahan materi dari orang tya. “Mereka tidak terlalu bahagia dengan hadiah dan mainan baru sebab sudah terlalu sering mendapatkannya,” kata mereka. Menurut pengasuh, hadiah semestinya diberikan ketika anak-anak berperilaku baik.

Pada saat Natal, anak-anak mendapatkan banyak hadiah. Bahkan, mereka menyingkirkan hadiah yang masih terbungkus dan tetap tidak dibuka sampai beberapa bulan ke depan. Salah satu pengasuh bercerita bahwa majikannya menghabiskan hampir US$ 1.000 atau hampir Rp 14 juta per minggu untuk lima perawat anaknya. Majikan perempuan itu tidak akan pergi ke mana pun tanpa dilengkapi lima pengasuh.

Pengasuh anak lain bercerita dia merawat dua putra majikan yang disekolahkan di tempat ternama. Sayangnya, pengasuhlah yang harus menyiapkan perlengkapan-perlengkapan belajar dan menemani mereka berangkat ke sekolah. Ibu mereka tak melakukannya sendiri. “Ketika bermain di taman bersama keluarga lain, saya yang menemani anak-anak sementara dia duduk ngobrol bersama orang tua lain,” ujarnya.

Para pengasuh juga sangat terkejut anak-anak memiliki pakian dengan merek ternama, seperti Burberry, Ralph Lauren, Vineyard Vines, Lilly Pulitzer. Padahal tubuh anak-anak cepat berubah. Lemari pakaian anak-anak majikan sering dikosongi dan diganti dengan merek yang sama secara berkala. Kabar baiknya tak semua orang tua tak mempedulikan anaknya. Seorang pengasuh bercerita mereka hanya bekerja dua hari dalam seminggu. Mereka disewa penuh setiah hari Jumat karena orang tua yang pulang telat karena sibuk bekerja. (Sundari/Foto: Shutterstock)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: