Pengalaman Mencekam Pramugari Garuda Ketika Gempa & Tsunami Palu

Berhasil lolos dari bencana yang nyaris merenggut nyawa, Tria mengaku tak bisa melupakan pengalaman tersebut.
, Majalah Kartini | 04/10/2018 - 12:00

MajalahKartini.co.id – Banyak kisah dan pengalaman mencekam yang dialami banyak orang ketika kejadian gempa dan tsunami yang mengguncang Palu pada Jumat (28/9). Termasuk salah satunya seorang pramugari maskapai Garuda Indonesia bernama Tria Utari yang saat itu tengah menginap di sebuah hotel di Palu. Berdasarkan kisah yang diunggahnya di akun Instagram, Tria mengatakan bahwa saat gempa, cuaca di Palu sangatlah cerah pada pukul 17.00 WITA.

Tria dan 6 rekan kru lainnya baru mendarat di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri, Palu pada Jumat sore sebelum mereka bermalam di sana atau RON (Run Over Night). Ia pun beristirahat di hotel, namun pada pukul 18.00 WITA, usai Tria selesai mandi, kamar dan seisi ruangan mulai bergoyang-goyang dan semua barang terbanting.

“Seketika kamar kami dan seluruh isi ruangan seperti nggak ada gravitasinya dan terbanting semua barang kemana-mana,” tulis Tria, seperti dikutip dari Instagram Tria (30/9). Tria dan teman sekamarnya pun berpelukan dan berusaha keluar berusaha menyelamatkan diri. Keluar kamar, ia tidak bisa melihat jernih karena banyak kepulan asap putih akibat bangunan yang bertumbangan. Namun, ia diajak seorang bapak untuk pergi ke arahnya dan pergi ke rooftop hotel.

Saat di atas atap, ia melihat seorang temannya pergi ke arah lain, ia ingin mengikutinya tapi seorang bapak memintanya untuk tetap di sana karena arah tersebut akan ada tsunami. Tria pun bertahan dan terus mencoba naik ke atap yang lebih tinggi. “Udah setengah lari, tiba-tiba ada bapak-bapak teriak ke aku, ‘Mbak!!! Balik ke sini!! Bahaya ada tsunami datang’,” tulis Tria.

Saat tsunami datang, Tria mendengar gemuruh ombak kencang. Ia mengaku sangat takut meninggal di sana. Di tengah-tengah ombak yang datang, Tria tak berhenti mengucapkan Allahuakbar. “Aku cuma bisa nangis, panggil mama, istigfar, aku nggak bisa apa-apa,” tulisnya. Usai gelombang tsunami berhenti, Tria menunggu kedatangan tim SAR. Namun tsunami datang kembali. “Ayooo cepat naik ke atas, tsunami besar datang lagi!!!” Tria menuliskan perkataan seorang bapak dan staf hotel lain. Tria pun berhasil selamat dan bertemu teman-temannya, hingga kini ia mengaku masih trauma dan tak bisa melupakan pengalaman mencekam yang nyaris merenggut nyawanya tersebut. (*)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: