Pemerintah Prancis Larang Perempuan Muslim Gunakan Burkini

Perdana Menteri Prancis menilai pakaian renang perempuan muslim itu merupakan simbol perbudakan.
, Majalah Kartini | 27/08/2016 - 09:00

burkini-cannes

MajalahKartini.co.id – Perdana Menteri Prancis Manuel Valls secara terbuka memberlakukan pelarangan penggunaan ‘burkini’ atau pakaian renang untuk perempuan Muslim. Dalam wawancaranya dengan salah satu stasiun televisi swasta di Prancis, Valls mengatakan pelarangan tersebut adalah ‘pertarungan kebudayaan’ dan menilai pakaian renang yang sangat tertutup seperti Burkini menandakan perbudakan terhadap perempuan.

Pernyataan tersebut sontak memancing reaksi publik. Sejumlah foto bertebaran di sosial media yang memperlihatkan polisi berseragam memperingati sejumlah perempuan Muslim pengguna Burkini yang tengah bersantai di sebuah pantai di kota Nice. Foto-foto tersebut tersebar secara viral dan mengecewakan banyak warga Muslim Prancis serta menimbulkan perdebatan secara global. “Kita harus mengobarkan perjuangan melawan Islam radikal, juga terhadap simbol-simbol agama yang masuk ke ruang-ruang publik,” kata Valls yang dikutip Reteurs dari wawancaranya dengan BFM-TV, Kamis (25/8).

Mengetahui permasalahan tersebut France’s Conseil d’Etat, pengadilan administrasi tertinggi di Prancis, mulai mendengar desakan dari sejumlah lembaga HAM agar menangguhkan larangan penggunaan Burkini yang telah dijalankan di sejumlah kota. Menurut mereka, pelarangan tersebut malah menciderai ‘wajah’ Prancis yang sekuler. Mereka juga menilai hal itu dapat memancing kemarahan para jihadis setempat dan militansi para ekstrimis.

Sementara itu, mantan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy yang ikut kembali dalam pemilihan presiden pada Senin (22/8) menuduh bahwa penggunaan burkini merupakan aksi provokasi yang dilakukan oleh oknum tak bertanggungjawab.
“Burkini adalah tindakan politis, sebuah tindakan militan, sebuah provokasi. Perempian yang menggunakannya sedang coba mengetes republik,” ujar Sarkozy.

Dalam sebuah demonstrasi melawan aksi represif aparat terhadap pengguna burkini, penulis ternama J.K. Rowling mencuitkan kritikannya terhadap komentar Sarkozy. “Sarkozy menyebut Burkini sebuah ‘provokasi’. Meski perempuan membuka atau menutupi tubuh mereka, tampaknya kita selalu dipandang seperti itu,” cuit Rowling. (Foto: Istimewa)

Tags: , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: