Pembangunan Fly Over Brebes Gunakan Teknologi Baja Bergelombang

Lima fly over tersebut dibangun untuk menghilangkan kemacetan.
, Majalah Kartini | 13/09/2016 - 12:00

MajalahKartini.co.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mempercepat pembangunan lima fly over (FO) berteknologi Corrugated Mortar Pusjatan (CMP) atau teknologi baja bergelombang yang merupakan hasil kajian Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Balitbang Kementerian PUPR di Kabupaten Brebes dan Tegal.

Diketahui bahwa teknologi CMP yang sama saat ini sedang dibangun di FO Antapani, Bandung. Teknologi ini dapat menghemat sampai 35 persen biaya yang digunakan dengan teknologi biasa, selain itu juga pembangunannya bisa lebih cepat.

“Harganya menjadi lebih murah 35 persen, kita coba di simpang Antapani, Bandung, dengan CMP itu kita bisa menghemat biaya, hanya Rp 35 miliar. Namun di Bandung, walikota menambah beautificationnya lagi,” tutur Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, melalui siaran pers yang diterima, Senin (12/9).

Menteri Basuki mengatakan, lima flyover tersebut dibangun untuk menghilangkan kemacetan akibat perlintasan sebidang kereta api di lima lokasi di Kabupaten Brebes dan Tegal, yaitu perlintasan sebidang Dermoleng, Klonengan, Kesambi, Karang Sawah dan Kretek.

“Kita akan pakai (teknologi CMP) untuk mengatasi simpang-simpang sebidang dengan Kereta Api (KA) di kawasan Brexit, di sana ada lima simpang sebidang dengan KA, sekarang sedang ditender, mudah-mudahan 1,5 bulan ke depan sudah bisa kita tetapkan pemenangnya sehingga sebelum mudik 2017 sudah bisa dimanfaatkan,” ujar Basuki.

Menteri Basuki mengatakan bahwa saat ini di setiap perlintasan tersebut menghabiskan waktu 5 menit, dalam satu hari 72 kali KA melintas, bahkan saat musim mudik mencapai 90 kali. “Jadi dalam satu hari ada 450 menit artinya sudah berapa jam berhenti, ini akan kita coba atasi dengan teknologi CMP,” kata dia.  (Foto: Istimewa)

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: