Nenek Wahi, Mengurus Putrinya yang Difabel di Gubuk Tak Layak Huni

Meski sudah renta ia tetap berjuang untuk mencari nafkah dan menolak untuk meminta-minta.
, Majalah Kartini | 26/03/2017 - 11:15

Nenek Wahi, Mengurus Putrinya yang Difabel di Gubuk Tak Layak Huni

MajalahKartini.co.id – Meskipun hidup terlantar di sebuah gubuk yang sangat sederhana, nenek Regina Wahi tetap berjuang dalam menjalani kehidupannya. Ia bersama anak perempuan semata wayangnya yang difabel (buta dan bisu) hanya tinggal di dalam gubuk berukuran sekitar 2×2 meter dengan dinding dan atap yang terbuta dari seng bekas.

Bukan hanya itu gubuk tersebut juga memiliki lantai tanah tanpa ada jendela. Dengan kondisi tubuh yang sudah renta, nenek Wahi tetap bersemangat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia bekerja menanam sayuran dalam beberapa bedeng yang terletak di sisi gubuk tempat dirinya dan putrinya yang bernama Yeni Wahi tempati.

Sayuran hasil bercocok tanamnya itu kemudian ia jual ke warga sekitar.
“Nenek siram sayur di samping rumah. Nanti kalau sayur bisa dipanen, nenek jual ke rumah-rumah warga. Terus uangnya buat beli beras,” ungkap nenek Wahi.

Dirinya mengungkapkan jika sayuran yang ia jual tidak laku terpaksa harus menahan lapar hingga ada mendapatkan rezeki. “Kadang-kadang sayur tidak laku dan kami tidak makan, nenek biasanya menangis karena lihat Yeni lapar. Ya, mau bagaimana lagi? Kalau besoknya ada rezeki, baru kita makan,” ucapnya lagi.

Nenek berusia 75 tahun ini mengatakan penderitaannya semakin sempurna saat beberapa waktu lalu gubuk miliknya terbakar. Ia mengatakan jika gubuk yang ia huni saat ini bersama anak perempuannya yang berusia 46 tahun tersebut bantuan dari warga sekitar.

“Kita sudah miskin tambah lagi rumah hangus terbakar. Gubuk yang kami tinggal sekarang ini bantuan dari tetangga,” kenang nenek Wahi.

Dengan keadaan yang cukup menyedihkan, nenek Wahi dan putrinya tetap bersyukur apa yang telah diberikan Tuhan. Kehidupan yang penuh penderitaan tidak membuatnya menjadi seorang peminta-minta.

“Nenek tidak mau minta apa-apa, nenek malu untuk minta-minta, nenek hanya bekerja dan berdoa saja semoga selalu ada berkat dari Tuhan. Nenek mensyukuri karena Tuhan masih menjaga saya dan anak saya” kata nenek Wahi mensyukurinya. (Winggi/liputan6.com/Foto: Istimewa/Duta News)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: