Michelle Ziudith Curhat Perjuangan Kariernya, Di-Bully Hingga Sempat Hilang Arah

Namanya sebagai aktris kini memang sudah banyak dikenal, tetapi di balik itu semua ternyata beragam rintangan sempat dilalui perempuan manis ini.
, Majalah Kartini | 08/12/2018 - 12:00

MajalahKartini.co.id – Siapa sangka gadis kelahiran Medan 20 Januari 1995 ini sempat menangis tersedu saat memperoleh peran utama di debut pertamanya. Mengaku tidak memiliki bakat dan pendidikan akting, Michelle Ziudith merasa tak percaya diri berkarier sebagai aktris. Namun, kini ia berhasil membuktikan kemampuannya dan bersinar di dunia hiburan yang dulu sangat ditakutinya.

Bukan tanpa alasan ia menangis tersedu-sedu saat terpilih menjadi pemeran utama. Baginya menjadi seorang aktris adalah pekerjaan yang sulit dan karakter pribadinya tidak terlahir sebagai seorang yang percaya diri dan mudah bergaul. “Saat terpilih sebagai pemeran utama aku bilang dengan pihak production house-nya bahwa aku tidak bisa akting dan tidak punya bakat akting jadi tidak bisa ngapain-ngapain, aku sempat menangis waktu itu, aku tidak mau menjadi pemeran utama karena aku orangnya introvert dan bertanggung jawab jadi aku takut mengecewakan orang-orang,” ujarnya. Dari awal Michelle tidak memiliki bakat akting ataupun mengikuti sekolah akting. Learning by doing adalah mottonya, menurut Michelle apapun akan bisa dilakukan jika memang memiliki niat untuk belajar. Hal itu pula yang ia lakukan selama proses syuting.

 

Korban Bully & Awal Karier

Bagi Michelle yang mengawali kariernya saat masih duduk di bangku SMP, syuting adalah salah satu bentuk ‘pelarian’ agar ia bisa membolos sekolah. Bully menjadi alasan terbesar Michelle untuk bolos sekolah. Berbagai cara pun ia lakukan agar mendapat untuk menghindari kegiatan sekolahnya. Saat Michelle mendapat tawaran syuting stripping untuk sebuah sinetron, baginya kesempatan tersebut sebagai ‘tiket emas’ untuk tidak ke sekolah.

Awal karier Michelle dimulai dari tahun 2011 ketika Ia membintangi sinetron berjudul “Arti Sahabat” dan “Stroberi & Vanila”. Strawberry & Vanila. Meski awalnya sempat ragu mampu berperan sebagai pemeran utama tapi akhirnya Ia memantapkan diri untuk mencoba. Proses reading dan latihan membantu Michelle dalam melatih kemampuannya dalam berakting. Setelah mulai merasa senang dan puas dalam berakting, Michelle baru menikmati kariernya sebagai aktris. “Awalnya cuma coba-coba tetapi malah keterusan sampai sekarang soalnya aku sudah mulai nyaman dan menurut aku syuting seperti bermain,” ujarnya.

 

Sempat Kehilangan Arah

Menurut Michelle, kepribadian adalah salah satu modal yang dapat membuatnya bertahan di dunia hiburan sejauh ini. Pasalnya, bekerja di industri hiburan bukanlah persoalan mudah,  apalagi untuk kepribadiannya yang sulit untuk bersosialisasi dan beradaptasi di tempat baru. “Kerja di industri hiburan kalau kita sedih kita tidak boleh kelihatan sedih, kalau berteman harus pilih-pilih, dan saat syuting tidak menjadi diriku sendiri karena pada dasarnya aku adalah orang yang tomboy tetapi selalu mendapat peran perempuan feminin, dan kita tidak memiliki privasi,” cerita Michelle. Awalnya semua hal tersebut terasa berat untuk dijalani, tetapi karena terbiasa akhirnya perempuan cantic ini sudah beradaptasi dengan segala tuntutan sebagai aktris.

Michelle berujar bahwa dirinya adalah tipe orang yang tidak tahan dengan tekanan, apabila ia mendapat tekanan maka ia akan mencari jalan keluar dengan lari dari masalah. Michelle pun bercerita bahwa dirinya sempat kehilangan arah untuk menentukan jalan kehidupannya. “Aku pernah kehilangan arah awalnya, karena aku tidak tahu lagi apa yang dapat membuat diriku bahagia, aku mau apa sekarang aku bisa dapatkan dari hasil kerjaku sendiri dan ada uang untuk mendapatkan itu, tapi uang itu tidak membuatku bahagia,” cerita Michelle. Namun, kini ia mulai menyadari bahwa satu-satunya hal yang membuat dirinya bahagia adalah jika dapat berguna untuk orang lain. Ia pun ingin menjadi contoh yang baik untuk para penggemarnya dan tidak ingin membuat para penggemar kecewa.

 

Ingin Perankan Tokoh Antagonis & Tokoh Politik

Selalu mendapat peran protagonis, membuat Michelle tertantang untuk memerankan tokoh antagonis. Baginya kedua tokoh tersebut memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. “Sampai saat ini aku belum pernah mendapatkan peran antagonis, tetapi kalau memang ada aku sangat tertarik berperan sebagai antagonis, karena mungkin nantinya aku akan dapat banyak tugas dan pelajaran dari situ,” ungkap Michelle.

Selain ingin memerankan tokoh antagonis Michelle pun tertarik untuk memerankan tokoh politik. Sampai saat ini Michelle belum mendapatkan tawaran untuk memerankan tokoh politik. Baginya memerankan tokoh politik memiliki tantangan berbeda dari peran yang selama ini ia peroleh. Meski demikian, dirinya mengaku tidak terlalu pemilih dalam menerima tawarang syuting, baik itu film maupun sinetron jika menurutnya ceritanya bagus dan waktunya tepat maka Ia akan mengambil tawaran tersebut. (*)

 

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: