Meresahkan Masyarakat, Ini Penjelasan Badan POM Terkait Bebiluck

Badan POM harus mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran yang berisiko bagi kesehatan konsumen.
, Majalah Kartini | 20/09/2016 - 14:30

MajalahKartini.co.id – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM) kembali hadir melindungi masyarakat dari Obat dan Makanan yang membahayakan kesehatan. Kamis (15/9) Badan POM bersama lintas sektor terkait berhasil. menyegel pabrik Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) ilegal ‘Bebiluck’ milik PT. Hassana Boga Sejahtera di Kawasan Pergudangan Mulligan, Taman Tekno 2 Blok L2 No. 35, Bumi Serpong, Damai, Tangerang Selatan.

Dari lokasi berhasil diamankan produk jadi sejumlah 16.884 buah dan kemasan sejumlah  217.280 buah dengan total nilai barang bukti mencapai Rp 733 juta. Namun karena pelaku menyebarkan isu yang meresahkan masyarakat.

“Badan POM selalu melakukan pembinaan, pendampingan, dan kebijakan yang berpihak kepada UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Pembinaan dimaksud untuk memahami dan menerapkan cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB), regulatory assistance untuk memahami dan menerapkan ketentuan secara konsisten agar produk yang dihasilkan memenuhi kriteria keamanan, mutu, dan gizi, termasuk melakukan pendampingan untuk. proses pendaftaran pangan di Badan POM,” kata Ketua Badan POM, Penny Lukito, di Jakarta, Senin (19/9).

Namun, lanjut dia, demi perlindungan konsumen, maka Badan POM harus mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran yang berisiko bagi kesehatan konsumen mengingat produk MP-ASI merupakan golongan pangan risiko tinggi, dengan target konsumen bayi dan anak usia 6 bulan sampai 2 tahun yang tergolong rentan.

Produk MP-ASI dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dan anak dari sisi gizi  makro maupun mikro seperti energi, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral. Persyaratan. bahan baku dan bahan lainnya, bentuk, tekstur dan persyaratan ditentukan agar sesuai dengan. kondisi bayi dan anak. Juga diatur persyaratan yang terkait dengan kemasan dan label,” ujar Penny.

Penny menambahkan, yang tidak kalah penting juga diatur adalah persyaratan keamanan termasuk persyaratan produksi untuk memenuhi Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Oleh karena itu produk ini
harus didaftarkan ke Badan POM, bukan sebagai produk Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Bersumber dari pengaduan masyarakat terkait peredaran Bebiluck, pada bulan Mei 2015 Balai. POM di Serang melakukan pemeriksaan ke sarana produksi di daerah Pondok Pucung,  Tangerang, dengan hasil penilaian higienis sanitasi jelek dan diminta kepada pelaku untuk menghentikan kegiatan produksi sampai mendapat Izin Edar dari Badan POM.

Terhadap kemasan dan label yang ada dilakukan pengamanan setempat oleh petugas. Badan POM. berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Tangerang untuk melakukan pembinaan, namun pelaku usaha tidak pernah datang untuk mencari informasi lebih lanjut. Dari hasil temuan tersebut, nomor PIRT Bebiluck dicabut oleh Pemda Tangerang pada bulan Maret 2016. (Foto: ANT FOTO/Muhammad Iqbal)

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: