Menurut WHO, Inilah Standar Emas Nutrisi untuk Bayi

Kemenkes telah menyusun bagaimana strategi peningkatan makanan bayi dan anak mengingat hal tersebut untuk meningkatkan kualitas kesehatan bagi bayi dan anak.
, Majalah Kartini | 01/08/2017 - 09:01

Menurut WHO, Inilah Standar Emas Nutrisi Untuk Bayi

MajalahKartini.co.id – Organisasi kesehatan dunia PBB, yaitu World Health Organization (WHO) mempunyai rekomendasi tentang pemberian makanan atau nutrisi kepada bayi untuk digunakan sebagai pedoman di seluruh dunia. Hal ini tentu bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup bayi, menekan angka kematian pada bayi baru lahir, dan meminimalisir angka gizi buruk pada bayi dan balita.

WHO dan United Nations Children’s Fund (UNICEF) pernah melakukan penelitian bersama dan menemukan fakta bahwa 50% kasus kematian yang terjadi pada bayi dan balita karena kondisi kurang gizi atau menderita gizi buruk. Penyebab bayi dan balita menderita gizi buruk adalah karena pada awal kehidupannya bayi tidak mendapatkan asupan makanan yang sesuai dengan apa yang direkomendasikan oleh WHO.

Di Indonesia sendiri, pedoman ini sudah menjadi perhatian khusus oleh Kementerian Kesehatan RI. Pada tahun 2010 kemenkes bersama beberapa pihak terkait menyusun buku pedoman Strategi Peningkatan Makanan Bayi dan Anak.

Hal tersebut selaras dengan Global Strategy on Infant and Child Feeding, yang mengatur pola pemberian makan terbaik pada bayi dari lahir sampai usia 2 tahun.

Standar tersebut adalah langkah dasar untuk meningkatkan kualitas kesehatan pada bayi dan anak, antara lain:

1. Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

Inisiasi Menyusu Dini atau dikenal dengan IMD adalah langkah dasar untuk menunjang keberhasilan bayi mendapat ASI ekslusif. Tidak ada nutrisi yang lebih baik untuk bayi selain air susu dari ibunya. Saat ini sudah banyak rumah sakit sayang ibu dan bayi yang mendukung dilakukannya IMD segera setelah bayi dilahirkan agar bayi segera mendapatkan ASI.

2. Pemberian ASI Eksklusif 0-6 Bulan Usia Bayi

Pemberian ASI saja, tanpa tambahan cairan atau asupan yang lain dilakukan sejak bayi berusia 0-6 bulan. Jadi, sejak 6 bulan pertama kehidupan bayi yang terbaik diterima oleh bayi hanya ASI saja.

3. Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Sejak Bayi Berusia 6 Bulan

Setelah melewati masa ASI ekslusif selama 6 bulan, pemberian makanan pada bayi dilanjutkan dengan memberikan makanan pendamping ASI yang sehat, home made, dan berasal dari bahan-bahan lokal yang sehat. Tidak dianjurkan memberi makanan pendamping ASI instan atau kemasan. Selain itu, pemberian ASI tetap diberikan.

4. Pemberian ASI Sampai Usia 24 Bulan

ASI masih sangat bermanfaat bagi anak sehingga tetap dianjurkan untuk diberikan hingga bayi berusia 24 bulan. Di usia ini pun hanya ASI yang terbaik dan tidak disarankan untuk memberikan susu formula atau susu yang lain.

Dengan berpedoman pada standar emas nutrisi bayi sesuia WHO tersebut, angka kematian bayi baru lahir dan angka gizi buruk bisa diturunkan, bahkan dihilangkan. Tentu ini, semua membutuhkan kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat.

 

(Foto: getty images/ Video: twitter)

Tags: , , , , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: