Menteri Yohana Sayangkan Tindakan Main Hakim Sendiri

Orangtua harus waspada mengingat maraknya penculikan anak yang disertai dengan penjualan organ tubuh.
, Majalah Kartini | 17/03/2017 - 14:23

Menteri Yohana Sayangkan Tindakan Main Hakim Sendiri

MajalahKartini.co.id – Akibat dari meluasnya pemberitaan yang belum jelas kebenarannya mengenai penculikan anak yang disertai dengan penjualan organ tubuh merupakan bentuk dari Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) oleh orang yang menyamar sebagai pengemis, orang gila, dan gelandangan, beberapa orang yang dicurigai sebagai pelaku penculikan menjadi korban amuk warga hingga nyaris tewas. Menanggapi hal tersebut Menteri Yohana sangat menyayangkan tindakan main hakim sendiri yang dilakukan oleh masyarakat.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Susana Yembise mengatakan, terbukti atau tidaknya kebenaran kabar ini, ia sangat menyayangkan tindakan main hakim sendiri yang dilakukan warga sekitar dalam menangani kasus yang terjadi. “Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat agar dapat menyikapi pemberitaan ini dengan lebih menyaring terlebih dahulu sebelum memastikan kebenaran informasi yang beredar di masyarakat serta dapat menyampaikan pesan atau informasi melalui media sosial sesuai dengan fakta,” Ujar Menteri Yohana dalam rilisnya, Kamis (16/3).

Namun, lanjut Menteri Yohana kasus ini perlu diwaspadai serta dicegah bersama demi melindungi seluruh anak Indonesia dari ancaman kasus tersebut sebagaimana termuat dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Hal yang perlu kita sadari dan dipahami disini bahwa penculikan anak yang disertai dengan penjualan organ tubuh merupakan salah satu modus dari Tindak Pidana Perdagangan Orang untuk tujuan eksploitasi ekonomi guna mendapatkan keuntungan yang menurut Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dapat diberikan sanksi pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 15 tahun serta denda paling sedikit Rp120 juta dan paling banyak Rp600 juta,” bebernya.

Ia juga menghimbau kepada orangtua, orang terdekat dan masyarakat agar selalu waspada dan terus mendampingi serta melindungi anak-anak kita dari ancaman modus baru penculikan ini. “Jangan takut untuk melaporkan setiap tindak kejahatan pada anak yang terjadi di sekeliling kita,” tegas Menteri Yohana. Saat ini masyarakat sedang diresahkan dengan maraknya pemberitaan terkait kasus penculikan anak yang disertai penjualan organ tubuh diberbagai wilayah Indonesia yang dilakukan oleh orang yang menyamar sebagai orang gila, pengemis, gelandangan dengan modus mengambil organ tubuh anak untuk dijual kembali.

Kasus penculikan dan penjualan organ tubuh anak ini masih belum bisa dipastikan kebenarannya, karena pihak Kepolisian sendiri menjelaskan bahwa kasus ini merupakan kabar tidak benar (hoax) yang telah disebarkan orang-orang yang tidak bertanggungjawab melalui media sosial atau pesan singkat. Meskipun begitu kasus TPPO yang harus diwaspadai bersama. (Foto: KPPPA)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: