Menteri Retno: Pemberdayaan Perempuan Tanggulangi Ekstremisme

Pemberdayaan perempuan merupakan aspek penting untuk menangkal ekstremisme dan kekerasan.
, Majalah Kartini | 04/11/2016 - 11:41

pemberdayaan-perempuan-tanggulangi-ekstremisme

Majalahkartini.co.id– Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan pemberdayaan perempuan merupakan aspek penting untuk menangkal ekstremisme dan kekerasan. Alasannya, ujar Retno, mereka memainkan peran penting dalam membentuk nilai-nilai generasi muda bangsa.

“Mengenai perlawanan terhadap ekstremisme kekerasan, saya selalu mengemukakan tentang pemberdayaan perempuan karena merekalah yang mengajarkan prinsip moderat dan toleransi kepada anak-anak sebagai generasi muda,” katanya dalam acara penutupan Forum Perdamaian Dunia (World Peace Forum/WPF) ke-6 di Jakarta, Kamis malam. Menurut Retno, perempuan tidak hanya berperan mewujudkan dan membentuk nilai-nilai para generasi muda. Namun juga bangsa secara keseluruhan, ujar perempuan diplomat karier di Kementerian Luar Negeri itu.

Mantan Duta Besar RI di Norwegia ini berpendapat pelibatan perempuan dalam upaya melawan ekstremisme penting sebagai pembentuk pemahaman nilai-nilai perdamaian dalam kondisi masyarakat yang rentan terpengaruh hasutan radikalisme. Selain pemberdayaan perempuan, upaya lain melawan ekstremisme adalah dengan memahami evolusi atau perkembangan sebuah ideologi serta ancaman-ancaman yang mungkin dimunculkan. “Kelompok ekstremis memanfaatkan internet untuk rekruitmen dan propaganda. Laman internet dianggapnya efektif memberikan pelatihan bertempur secara virtual,” ucap mantan Direktur Jenderal Amerika dan Eropa di Kementerian Luar Negeri RI tersebut.

Pemerintah RI, dikemukakan Retno, telah merancang pendekatan smart power dalam melawan ekstrimisme. Caranya melalui pelibatan kelompok organisasi agama dan masyarakat sipil, seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), sebagai kontra-naratif ideologi radikal. Retno berpandangan kerja sama internasional penting dalam melawan ekstremisme karena ancaman yang dihasilkan ideologi tersebut tidak mengenal batas negara dan selalu berevolusi. “Tidak ada negara yang kebal terhadap ancaman ekstremisme kekerasan, dan itu tidak bisa dilawan sendiri, melainkan harus ada solusi bersama menciptakan lingkungan dunia yang damai,” ujarnya. (Sundari/Foto:ANT)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: