Nining Indra Shaleh: Menjadi Politisi untuk Bantu Lebih Banyak Orang

Mencapai puncak karier tertinggi sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Nining Indra Shaleh tak mau menghentikan kaki dan tangannya untuk lebih banyak membantu orang lain
, Majalah Kartini | 19/07/2018 - 15:00

MajalahKartini.co.id – Sejak lulus dari Universitas Gadjah Mada pada 1981, ia mulai berkarier di DPR sebagai staff hingga akhirnya sampai di puncak tertinggi sebagai Sekjen DPR RI. Posisi tersebut menurut Nining menjadi tantangan tersendiri. “Bayangkan, saya harus membawahi 560 politisi [mayoritas laki-laki] dari berbagai partai politik dari seluruh penjuru negeri,” ungkap Nining membuka pembicaraan dengan KARTINI.

Tantangan tersebut tak membuatnya memundurkan langkah apalagi mendapati dirinya adalah satu dari segelintir perempuan yang pernah duduk di jabatan tersebut. Setiap harinya ia memiliki keyakinan untuk memberikan dampak bagi orang lain yang membutuhkan dengan jabatan yang ia miliki. Nyaman dengan posisi yang ia miliki, Nining mengungkapkan bahwa seorang rekan anggota DPR ‘menyentilnya’. “Anda sudah di atas, apa ngga ingin turun ke daerah asal dan membantu orang-orang di sana,” ungkap Nining menirukan perkataan sang rekan. Perkataan tersebut seolah membuka pikiran Nining akan daerah asalnya Cirebon, yang memang membutuhkan banyak bantuannnya. Di saat yang bersamaan ia berkenalan dengan Surya Paloh dan Partai Nasional Demokrat (NasDem).

“Surya Paloh mempunyai visi dan misi yang begitu hebat dengan gerakan perubahan, bagaimana berpolitik secara baik. Selama ini dunia politik dikenal sebagai dunia yang kotor. Ia [Surya Paloh] ingin  perubahan-perubahan yang sangat mendasar agar proses perjuangan memajukan negara dan bangsa ini bisa lebih terfokus dan lebih baik lagi,” ungkap Nining.

Perkenalan Nining dengan Surya Paloh tersebut kembali membuka pikirannya. Bahwa satu-satunya cara agar ia bisa terjun langsung ke daerahnya dan membantu masyarakat terutama perempuan dan anak-anak di sana ialah dengan masuk ke dunia politik. Idealisme Partai NasDem yakni Politik tanpa mahar yang sesuai pula dengan idealisme dirinya, membuat  Nining mantap memulai karier berpolitiknya di Partai NasDem dengan jabatan Wakil Sekretaris Jenderal.

OBSESI MEMBANTU SESAMA

Angka kemiskinan dan pengangguran yang masih tinggi adalah alasan utama Nining ingin kembali ke daerah asalnya untuk memberikan bantuan. Nining resmi mengundurkan diri sebagai Sekjen DPR RI pada 2013. Ia pun maju untuk menjadi calon legislatif (Caleg) pada pemilihan umum legislatif (Pileg) 2014 untuk daerah pemilihan (Dapil) 8 Jawa Barat yang meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Indramayu.

Di sana Nining mulai menjajakkan kembali kakinya. Membantu sesama dengan banyak hal yang ia miliki sebagai mantan Sekjen DPR RI dan politisi partai NasDem. Mengunjungi para lansia, membantu para petani untuk lebih produktif, dan memberdayakan para perempuan. Namun kenyataan tak seindah apa yang dibayangkan Nining ketika ia ingin menjadi wakil rakyat untuk daerah asalnya. Setelah banyak hal yang ia lakukan untuk daerahnya. Ia harus menelan pil pahit kekalahan pada Pileg 2014. Ia kalah melawan politik uang dan intrik para pesaingnya. Nining mengakui bahwa persiapannya untuk maju pada Pileg 2014 belum matang lantaran statusnya yang masih baru menjadi politisi. “Terus terang saja dalam kondisi serba sendiri saya terjun. Dengan begitu banyak idealisme yang saya punyai untuk berjuang, ternyata kondisi di lapangan tidak seindah itu,” kenang Nining.

Kekalahannya pada Pileg 2014 tidak membuat Nining memperlambat langkahnya demi kemajuan di daerahnya. Kini dengan jabatan sebagai pembina fraksi di DPR, Nining menjalin hubungan baik dengan berbagai komisi yang ada di DPR untuk nantinya dapat membantu daerahnya dengan berbagai program yang mereka miliki. “Saya menjalin hubungan baik dengan berbagai komisi seperti pada bidang pendidikan atau kesehatan. Saya banyak meminta mereka untuk membagikan buku-buku untuk anak-anak atau alat-alat kesehatan untuk Puskesmas. Itu saya lakukan agar masyarakat di sana mengerti siapa dan apa sebenarnya yang mereka butuhkan,” ungkap Nining.

MAJU PADA PILEG 2019

Sosialisasi politik dan mengunjungi kelompok-kelompok yang membutuhkan menjadi rutinitas Nining sekarang. Perempuan yang kini menjabat sebagai Ketua Bidang Pendidikan dan Kebudayaan partai NasDem ini menyebut rutinitasnya sebagai pemupukan. “Saya akan maju lagi di 2019, saya kandas pada 2014 karena idealisme yang masih tertalu dini. Kini saya akan coba di daerah yang sama di mana saya sudah merintisnya sejak mengalami kekalahan,” ungkap Nining. Memupuk, memberi pengertian, serta memberikan pendidikan politik kepada masyarakat adalah hal yang ingin terus Nining lakukan. “Mereka harus paham pentingnya punya wakil yang dapat berkomunikasi langsung dan menyatakan keluhan mereka. Bukan wakil yang sehari atau dua hari memberikan manfaat namun lupa akan keberadaan mereka di esok harinya,” ujar Nining.

Sebagai perempuan, Nining mengaku dikaruniai banyak hal yang mungkin tidak bisa dilakukan oleh laki-laki dalam memimpin. Berbagai kebijakan dan undang-undang yang berkaitan dengan perempuan dan anak-anak seharusnya lahir dari tangan perempuan. Hal tersebutlah yang masih kurang diaplikasikan di Indonesia. “Dahulu sebelum ada ketetapan 30 persen kuota perempuan di legislatif, banyak perempuan yang berdemo agar mendapatkan kursi di legislatif. Tapi sekarang ketika hal tersebut sudah terwujud, hanya segelintir perempuan yang bersedia,” ungkap Nining. Menurutnya, alasan domestik seperti keluarga, suami, dan anak menjadi rintangan tidak banyaknya perempuan yang antusias untuk menduduki kursi legilatif.

Menurut Nining kesadaran perlu diberikan pada perempuan bahwa mereka semua punya potensi yang sama besar dengan laki-laki untuk menjadi pemimpin dan wakil rakyat. “Yang jelas kita harus memberikan kesadaran kepada para perempuan bahwa mereka mempunyai potensi yang sangat luar biasa. Perempuan lah yang harus menghapuskan image bahwa dunia politik adalah adalah dunia kotor tempat para koruptor berada,” ujar Nining. (*)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: