Mengenal Samantha Edithso, Pecatur Cilik Indonesia Bergelar Juara Dunia

Mulai belajar catur sejak usia 6 tahun, kini Samantha sukses menjadi Juara Dunia.
, Majalah Kartini | 28/11/2018 - 12:00

MajalahKartini.co.id – Namanya kini tengah viral dan menjadi banyak perbincangan di kalangan masyarakat dan netizen Indonesia. Pasalnya, perempuan cilik berusia 10 tahun ini belum lama berhasil menjadi Juara Dunia Catur Klasik FIDE World Cadet Chess Championship di Santiago de Compostel, Spanyol (16/11).

Sebelumnya, deretan prestasi catur bertaraf internasional juga sukses diraihnya, seperti pada Juli 2018 lalu ia menjadi juara pada Kejuaraan Dunia Putri U-10 Catur Cepat di Minsk, Belarusia. Menakjubkan, bukan? Mengenal lebih jauh pecatur muda Indonesia ini, orang tuanya bercerita bagaimana awal Samantha mengenal catur hingga kini jadi Juara Dunia.

“Samantha pertama kali diperkenalkan ke dunia catur saat usia enam tahun, saat diminta mengikuti kegiatan ektrakurikuler di sekolahnya,” tutur Larry Edith, ayah Samantha. Larry Edith melihat bakat putrinya bermain catur, kemudian ia berinisiatif mengikutkan Tata, sapaan Samantha, ke sebuah sekolah catur di Bandung, Jawa Barat. Hanya dalam waktu tiga tahun kemampuan Samantha bermain catur berkembang pesat. Samantha mampu melampaui anak-anak seumurannya beberapa tingkat.

“Tidak ada yang spesial dalam mengurus Samantha. Kita harus tahu dulu kemampuan anak karena itu sangat mempengaruhi. Ketika kami tahu kemampuan Samantha, saya, sebagai orang tua, mulai memfasilitasi sehingga bisa optimal,” ujar Larry.

Menurut Larry, Samantha Edithso sangat senang atas kesuksesannya di Spanyol. Selain dapat berkontribusi mengharumkan nama bangsa di kancah internasional, Larry dan Samantha juga berharap hal ini dapat menjadi pemicu anak Indonesia lainnya untuk mampu berprestasi.

“Saya ingin Samantha bisa menjadi motivasi anak-anak Indonesia agar bisa berprestasi di usia muda,” tutur Larry.

Sebagai seorang anak, Samantha Edithso tetap menjalankan tugasnya, yaitu belajar. Namun, untuk memiliki waktu fleksibel dengan jadwal pertandingan dan latihan catur, Larry dan istrinya So Siau Sian memilih Samantha untuk mengenyam pendidikan home schooling.

“Samantha ikut home schooling jadi bisa kita atur antara catur dan sekolah. Tapi, kalau waktunya belajar ya harus belajar,” kata Larry.

Dalam waktu dekat ini Samantha Edithso akan kembali mengikuti kejuaraan. Di mana pada 2 Desember 2018 mendatang Samantha akan mengikuti Penang Open lalu Johor Open, dua-duanya di Malaysia.

“Seharusnya catur Indonesia mulai bangkit, kan sudah lama tertidur, sudah tertinggal jauh dari negara-negara lain karena masih pakai cara lama, tidak ada pembaharuan dan munculnya Samantha saya harap juga menjadi momentum untuk ke arah yang lebih baik lagi,” harap Larry menutup obrolan. (*)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: