Megawati Ajak Perempuan Indonesia Berani Terjun ke Politik

Menurut Megawati, perempuan masa sekarang berbeda dengan perempuan zaman penjajahan dulu yang lebih berani dalam membuat pergerakan politik.
, Majalah Kartini | 08/01/2019 - 09:40

MajalahKartini.co.id – Sebagai satu-satunya presiden perempuan (hingga kini) yang sempat memimpin Republik Indonesia, Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri ingin kaum perempuan Indonesia lebih berani membuat pergerakan dan terjun ke politik.

“Kenapa sih kaum perempuan kita hanya sering mendengarkan, hanya mendengarkan, tidak lalu bereaksi. Saya sudah diminta ke luar negeri bicara mengenai perempuan, tapi menurut saya mengapa kok tidak bisa seperti dulu,” ujar Megawati dalam dialog bersama kaum milenial di kantor DPP PDIP Perjuangan, Menteng, Jakarta Pusat (7/1).

Megawati berujar bahwa perempuan masa kini berbeda dengan perempuan di zaman penjajahan dulu. “Dulu zaman penjajahan kaum perempuan Indonesia lebih aktif. Ibu-ibu kita ada yang menjadi laskar, menyatukan pikiran, berdialog, sangat intens,” tandasnya.

Hal berbeda rasakan Mega pada era sekarang ini. Menurut dia, perempuan sekarang cenderung tidak aktif dan sedikit yang masuk di bidang politik.

“Kalau saya lihat, sekarang itu sepi. Kalau masuk politik, perempuan jadi aneh, banyak laki-laki dari perempuan. Perempuan hanya satu-dua orang. Padahal konstitusi kita kan sudah memberikan keleluasaan setiap warga negara mendapatkan hak yang sama di mata hukum. Artinya terlindungi secara hukum,” tutur Megawati.

Oleh karena itu, Megawati berharap kaum perempuan untuk lebih berani, cerdas, dan pandai bicara. “Saya ingin ada pergerakan kaum perempuan. Kenapa sih kan bapak-bapak ini bilang kalau perempuan itu konco wingking (teman di belakang) kalian itu harus berdandan dengan cantik. It’s oke, boleh kita mempercantik diri, kita tapi tetap harus cerdas, lalu pintar bicara, tahu hak-haknya,” imbuhnya mantap. (*)

Tags: , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: