Masyarakat Indonesia Semakin Sadar Pentingnya Kesehatan

Jadi peluang pasar bagi para pelaku industri di sektor produk makanan dan minuman sehat.
, Majalah Kartini | 04/03/2017 - 18:00

PicsArt_03-02-01.28.46

MakalahKartini.co.id – Menurut data Nielsen’s new Global Health and Ingredient-Sentiment Survey yang dilakukan di 63 negara (termasuk Indonesia) menunjukkan bahwa 80% konsumen Indonesia menjalani diet khusus yang membatasi atau melarang mengkonsumsi makanan/minuman atau bahan-bahannya dan hampir dua pertiga konsumen (64%) mengatakan mereka bersedia membayar lebih untuk makanan atau minuman yang tidak mengandung bahan-bahan yang tidak diinginkan. Selain itu, 89% masyarakat Indonesia juga mengurangi konsumsi makanan/minuman yang tinggi lemak, gula dan karbohidrat.

Head of Nutrifood Research Center, Susana mengatakan, semakin banyaknya masyarakat Indonesia yang peduli kesehatan, menjadi peluang pasar bagi para pelaku industri di sektor produk makanan dan minuman sehat.

“Pola hidup masyarakat modern yang semakin sadar akan pentingnya menjalankan pola hidup sehat, membuat kebutuhan akan bahan pangan yang praktis dan bisa memberi manfaat untuk kesehatan semakin meningkat,” kata Susana pada press conference HI SEA 2017 di Jakarta, Kamis (2/3).

Hal ini, kata dia membuat perusahaan yang bergerak di industri produk makanan dan minuman kesehatan seperti Nutrifood terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin menerapkan pola hidup sehat. “Salah satunya dengan mengembangkan produk untuk konsumen yang menderita penyakit Diabetes Melitus/kencing manis dan juga untuk konsumen yang ingin menjaga kerampingan tubuh dalam mengatasi kegemukan,” kata Susana.

Lebih lanjut Susana mengatakan, salah satu bahan baku untuk produk makanan sehat yang tengah menjadi tren akhir-akhir ini adalah daun Stevia. Daun Stevia merupakan salah satu contoh bahan baku pangan fungsional yang dapat dikembangkan dan dioptimalkan di Indonesia.

“Dengan potensi yang besar sebagai bahan pemanis alami, Stevia layak dijadikan sebagai komoditas unggulan dalam pengembangan agribisnis dan agroindustri di Indonesia sehingga dapat memenuhi kebutuhan industri gula rendah kalori di Indonesia,” jelasnya.

Prof. Dr. C. Hanny Wijaya, Ketua Perhimpunan Penggiat Pangan Fungsional dan Nutrasetikal Indonesia (P3FNI), mengatakan, Indonesia memiliki potensi sumber daya health ingredients yang besar untuk dapat dikembangkan dalam memenuhi kebutuhan para pelaku industri makanan dan minuman sehat.

Organisasi P3FNI, lanjut Prof Hanny dapat memberikan kontribusi kepada industri pangan di Indonesia dengan menjadi wadah bagi para penggiat dan profesional pangan Fungsional untuk bertukar informasi dan pengalaman yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia melalui tingkat kesehatan dan nutrisi yang lebih baik.

“Dalam kegiatan Hi SEA ini, P3FNI akan menyelenggarakan konferensi selama 2 hari dengan tema ‘Revitalising & Repositioning Functional Foods and Nutraceuticals as Essential Indicators of Wellness’. Berbagai pembicara pakar di bidangnya telah dipastikan hadir untuk berbagi pengetahuan di sini,” pungkasnya.(Foto: UBM)

Tags: , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: