Mantan Mendikbud Daoed Joesoef Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Daoed Joesoef meninggal dunia.
, Majalah Kartini | 24/01/2018 - 11:09

MajalahKartini.co.id – Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 1978-1983, Dr. Daoed Joesoef. Beliau wafat pada Selasa, 23 Januari 2018, pukul 23.55 WIB, di Jakarta, dalam usia 91 tahun. Mantan Mendikbud, Dr. Daoed Joesoef. Beliau lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 8 Agustus 1926.

Daoed Joesoef masuk ke sekolah dasar Melayu lima tahun di kota kelahirannya, Medan. Daud selanjutnya mengikuti sekolah dasar peralihan yang dibuka oleh Kesultanan Deli. Sehingga, anak keempat dari lima bersaudara itu bisa masuk ke HIS-sekolah dasar Belanda untuk pribumi. Ini memungkinkannya melanjutkan ke MULO. Di masa revolusi fisik, pemerintah Indonesia membuka Sekolah Menengah Atas (SMA). Namun ia lebih memilih masuk militer (akademi militer). Terpilih sebagai sepuluh terbaik di akademi militer itu, Daud dikirim ke Jawa, dan pendidikan SMA-nya tidak diteruskan.

Daud melanjutkan pendidikannya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Setelah lulus kuliah pada tahun 1959, ia menjadi dosen di almamaternya. Dengan beasiswa dari Ford Foundation, Daud berangkat ke Paris, Prancis, untuk mengambil gelar Doctorat de l`Universite (doktor untuk ilmu hubungan internasional dan keuangan internasional) dan Doctorat d`Etat (doktor untuk ilmu ekonomi) di Universite Pluri-disciplinaire de Paris I, Pantheon-Sorbonne (1972).

Sewaktu di Prancis itulah, pria yang menguasai bahasa Belanda, Inggris, Jerman, dan Prancis ini kerap mengadakan diskusi tentang ekonomi dan politik Indonesia. Pulang dari Prancis tahun 1971, klub diskusinya dilembagakan menjadi Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Daud dipilih sebagai ketua dewan direksi. Sambil memimpin CSIS, pada tahun 1978 Daud menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Pada masa jabatannya sebagai menteri, Daud Jusuf mengeluarkan suatu kebijakan dalam memperkenalkan “NKK/BKK” (Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan) yang dimaksudkan untuk membersihkan kampus dari kegiatan-kegiatan politik. Kegiatan politik hanya boleh dilakukan di luar kampus, sementara tugas utama mahasiswa adalah belajar. (Foto: Instagram)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: