Manfaat Pemantauan Glukosa Darah Mandiri bagi Pengidap Diabetes

PGDM kini dapat dilakukan dengan mudah dan murah namun harus menggunakan alat glukometer yang teruji.
, Majalah Kartini | 31/08/2016 - 07:00

MajalahKartini.co.id – Ketua Divisi Metabolik Endokrinologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr. Em Yunir, SpPD-KEMD dalam acara sosialisasi panduan Pemantauan Glukosa Darah Mandiri (PGDM) untuk Mencapai target pengendalian diabetes di Indonesia di Jakarta, Selasa (30/8) memaparkan hasil penelitian DiabCare Indonesia tahun 2008 dan 2012.

Data tersebut menunjukkan adanya peningkatan penggunaan PGDM dari 22,1 persen menjadi 38,9 persen, tetapi tidak disertai dengan peningkatan pencapaian target HbA1c. “Hal tersebut dapat disebabkan PGDM yang belum dilakukan secara baik dan benar. Akibatnya, hasilnya tidak dapat memberikan gambaran yang sesungguhnya tentang variabilitas glukosa darah diabetisi pada kondisi sehari-hari di rumah. Di Indonesia sekitar 70 persen tidak terkontrol,” jelas dr. Em Yunir.

Menurut dr. Em Yunir PGDM mempunyai beberapa manfaat antara lain memberikan informasi tentang variabilitas glukosa darah harian terkait beberapa aktivitas. “Contohnya glukosa darah sebelum makan, satu atau dua jam setelah makan dan sewaktu-waktu pada kondisi khusus seperti setelah berolahraga, pada saat sakit atau penggunaan obat-obat yang dapat memicu kenaikan glukosa darah,” tambahnya.

PGDM dapat pula memperbaiki pencapaian kendali glukosa darah, menurunkan morbiditas (tingkat kesakitan) & mortalitas (tingkat kematian) serta menghemat biaya kesehatan jangka panjang yang terkait dengan komplikasi akut maupun kronik.

Sedangkan manfaat khususnya adalah menjaga keselamatan diabetisi, membantu upaya perubahan gaya hidup, membantu pengambilan keputusan serta penyesuaian dosis insulin atau OAD (obat antidiabetik oral) yang diberikan bersama dengan obat yang dapat menganggu stabilitas gula darah.

“Untuk mendukung PGDM demi tercapainya gula darah yang terkendali, hasil monitor kadar gula darah yang akurat merupakan komponen penting agar diabetesi memperoleh data yang benar untuk evaluasi terapi yang tengah dijalani. PGDM kini dapat dilakukan dengan mudah dan murah namun harus menggunakan alat glukometer yang terbukti dan teruji keakuratannya,” tambah Benny Kurniawan, Marketing Manager PT Roche Indonesia.(Foto : Andim)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: