Mamah Dedeh Berpesan Jamaah Haji Harus Mewaspadai Cuaca Panas Arab Saudi

Akibat cuaca panas dan kelembapan yang rendah, kebanyakan jamaah haji mengalami sakit dan kelelahan.
, Majalah Kartini | 27/08/2017 - 10:10

Mamah Dedeh memberikan tausiyah di depan calon jamaah haji di Embarkasi Haji Bekasi, Selasa (15 Agustus) (1)

MajalahKartini.co.id – Menurut laporan Presidency of Meteorology and Environment (PME), telah terjadi peningkatan suhu ekstrim di sejumlah wilayah Arab Saudi hingga mencapai 50 derajat Celcius, terutama di provinsi bagian timur. Kondisi ini disebutkan bakal berlangsung selama musim haji yaitu Agustus hingga Oktober. Suhu tinggi dipengaruhi oleh tekanan musiman di India yang diikuti oleh udara kering dan panas.

Kondisi demikian akan berimbas pada cuaca di seluruh wilayah Arab Saudi, termasuk Madinah, Mekkah, Riyadh dan Qassim yang diperkirakan akan mengalami angin kencang disertai debu pasir halus. Keadaan ini tentu tidak menguntungkan bagi para tamu Allah, terutama terkait masalah kesehatan. Untuk itu, Mamah Dedeh berpesan agar para jamaah mempersiapkan diri dengan lebih seksama untuk menghadapi persoalan ini.

“Yang pasti fisik dan mental harus prima karena kondisi disana pasti panas. Tapi saya yakin para jamaah sudah mempersiapkannya jauh-jauh hari karena niatnya semata-mata beribadah karena panggilan Allah,” kata Mamah Dedeh kepada media dalam kegiatan bertajuk “Sejukkan Hati, Naik Haji bersama Cap Kaki Tiga” oleh PT. Kino Indonesia Tbk di Asrama Haji Embarkasi Bekasi, Selasa (15/8).

Berdasarkan pengalamannya, ujar Ustadzah kondang ini, akibat cuaca panas dan kelembapan yang rendah, kebanyakan jamaah mengalami sakit dan kelelahan. Gangguan kesehatan yang paling sering diderita jamaah adalah flu dan panas dalam, yaitu sekitar 98%.

“Cuma unta dan tiang listrik yang nggak kena flu di Arab,” kelakar Mamah Dedeh. Apalagi, lanjut Mamah Dedeh, prosesi ibadah haji yang mempertemukan banyak orang dari seluruh dunia, terutama saat beribadah di masjid, membuat virus mudah menular.

Untuk mengatasi hal ini, Mamah Dedeh menganjurkan agar kemana pun jemaah haji pergi sebaiknya selalu membawa payung, botol minum, masker dan semprotan air. Bila diluar ruangan, minum air minimal satu gelas setiap jam dan semprot wajah setiap 30 menit.

“Memang kalau di dalam dan di seputar Masjid Nabawi setiap lima meter ada keran air zam-zam yang siap diminum, tetapi jaga-jaga tetap bawa botol air minum sendiri biar nggak kehausan dan jadi panas dalam,” tuturnya.

Yang juga tak kalah penting, kata dia, bawa obat-obatan pribadi secukupnya agar ketika dibutuhkan bisa segera diminum. Banyak terjadi, karena kepanasan, penyakit bawaan jamaah dapat kambuh saat beribadah haji. “Jangan tergantung dengan petugas karena bisa jadi mereka tidak punya obat yang biasa dikonsumsi jamaah sehari-hari, apalagi persediaannya juga pasti terbatas,” tegasnya.

Selain tausiyah, Kaki Tiga juga membuka booth untuk memudahkan para jamaah untuk mendapatkan informasi dan produk dari minuman larutan pereda panas dalam ini. Mamah Dedeh menyebutkan bahwa Larutan Cap Kaki Tiga bisa menjadi solusi para jamaah haji untuk mencegah dan mengatasi panas dalam akibat cuaca terik di Tanah Suci, dan biasakan minum larutan penyegar ini sebelum beribadah haji, karena dapat membantu menjaga suhu tubuh agar stabil sehingga membentuk stamina tubuh yang baik untuk menghadapi kondisi di Tanah Suci.(Foto : Istimewa)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: