Makan Gorengan Picu Kematian Dini

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa makanan yang digoreng dapat meningkatkan risiko kematian dini.
, Majalah Kartini | 26/04/2019 - 10:00

MajalahKartini.co.id – Makan gorengan sudah menjadi kebiasaan bagi kebanyakan orang. Bagi para pecinta makanan ini, berhati-hatilah karena ternyata bahaya sedang mengintai Anda khususnya untuk perempuan di usia 50 tahun yang rutin mengkonsumsinya.

makan gorengan

sumber : istimewa

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa makan gorengan dapat meningkatkan risiko kematian dini. Di dalam gorengan terdapat banyak dampak negatif seperti, peningkatan risiko diabetes, penyakit jantung, dan obesitas. Peneliti berhasil membuktikan mengonsumsi gorengan, meski hanya dalam jumlah sedikit dapat menyebabkan masalah kardiovaskular.

Baca Juga: Kenali Makanan yang Menunjang Pencegahan Kanker

Makan Gorengan Berbahaya

University of Iowa dan Washington University melakukan penelitian bertujuan untuk menentukan dampak konsumsi makanan gorengan pada wanita pascamenopause. Penelitian ini dilakukan dengan meneliti data lebih dari 100.000 wanita berusia 50-79 tahun. Data dikumpulkan melakui kuesioner yang dilakukan oleh Women’s Health Initiative (WHI), yang dikumpulkan dalam rentang waktu 1993-1998. Penelitian ini juga terus dilakukan hingga Februari 2017.

Hasilnya, selama 19-24 tahun periode riset, sebanyak 31.588 perempuan meninggal dunia.Lebih dari 9.000 kematian ini disebabkan oleh masalah yang berkaitan dengan jantung, lebih dari 8.000 disebabkan oleh kanker, dan 13.000 kematian karena penyebab lainnya. Periset juga menilai seberapa banyak makanan gorengan yang dikonsumsi para peserta, termasuk hidangan seperti ayam goreng, ikan goreng, dan kentang goreng.

Baca Juga: 5 Makanan yang Harus Dihindari agar Lemak Tidak Menumpuk di Perut

Ubah Pilihan Memasak

Setelah memperhitungkan faktor gaya hidup lain, peneliti menyimpulkan mengonsumsi makanan yang digoreng setiap hari berisiko besar terhadap masalah jantung atau hal lain yang mengarah pada kematian dini. Mengonsumsi gorengan satu porsi atau lebih dapat meningkatkan risiko kematian dini hingga 13% dibanding sebab lain apa pun.

Kebiasaan ini juga meningkatkan risiko kematian karena kondisi kardiovaskular hingga 12%. Satu porsi ikan goreng setiap hari berisiko serupa, yaitu tujuh persen peningkatan risiko kematian dini dibanding sebab lain apa pun.

Kemudian, 13% peningkatan risiko kematian yang disebabkan oleh masalah jantung. Riset ini memang bersifat observasional. Tapi, melihat jumlah peserta yang besar, hasil riset diyakini bisa mendekati akurat. Peneliti mengatakan, faktor risiko kematian karena penyakit kardiovaskular dapat diatasi dengan mengubah gaya hidup dan pilihan memasak. Menurut peneliti, mengurangi konsumsi makanan yang digoreng, terutama ayam goreng dan ikan goreng atau kerang, dapat memiliki efek klinis yang berdampak besar pada kesehatan.

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: