Lingkungan Kerja Tak Nyaman, Bertahan atau Tinggalkan?

Sebaiknya jangan tergesa-gesa dan berusaha menyelesaikan masalah.
, Majalah Kartini | 20/05/2017 - 14:32
Bahagia di tempat kerja_crop_640x357
MajalahKartini.co.id – Lingkungan kerja yang nyaman merupakan idaman setiap karyawan. Kenyamanan membuat loyalitas dan dedikasi karyawan semakin berkembang.
Namun bila lingkungan kerja  sudah tak nyaman, bagaimana semestinya tindakan karyawan?  Director of Career Development Programs at Harvard Business School Timothy Butler menulis buku bertajuk Getting Unstuck: How Dead Ends Become New Paths.
Butler percaya bahwa ada makna lebih luas dari pernyataan “Saya tidak lagi bahagia di tempat bekerja,”. Butler mengatakan, untuk memahami rasa tidak bahagia Anda, maka Anda harus berupaya mengenali ketidanyamanan tersebut.
Dia menambahkan ketika kondisi Anda sedang tidak nyaman terhadap pekerjaan, sebaiknya jangan tergesa-gesa dan berusaha menyelesaikan masalah. Amati rasa tidak bahagia dan jangan mencoba mencari jalan keluar terburu-buru. Sebaliknya, mulai rencanakan langkah selanjutnya.
“Rasa tidak nyaman hadir menjadi sebuah ‘peringatan’ dan pengingat,” ujar Butler. Cita-cita tertunda, kata Butler, sering memicu banyak karyawan mendadak merasakan tidak bahagia dalam bekerja.
Butler menganjurkan untuk kontemplasi diri dan dengarkan suara hati lebih  fokus. Sebab, ada-ada hal dalam diri yang bisa jadi tanpa kita sadari telah dengan sengaja dilupakan dan tidak ingin dieksplorasi lebih jauh.
Namun, jika rasa tidak bahagia itu masih terus mendera setelah melakukan ragam upaya untuk mengubahnya, artinya memang sebaiknya berhenti dengan pekerjaan sekarang.(Ndari/Foto: Shutterstock)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: