Lima Tradisi Unik Perayaan Natal di Berbagai Negara

Mulai dari melempar sepatu dari belakang hingga menghias pohon Natal dengan sarang laba-laba buatan.
, Majalah Kartini | 25/12/2018 - 11:00

MajalahKartini.co.id – Momen perayaan Natal adalah Hari Besar yang dinantikan oleh seluruh umat Nasrani di dunia, pasalnya Hari tersebut adalah Hari kelahiran Yesus Kristus. Meski sama-sama merayakan Natal, tetapi ada beberapa tradisi berbeda di berbagai Negara. Tradisi unik ini pun masih dilestarikan hingga sekarang. Penasaran apa saja? Berikut daftarnya.

Jepang

Jika biasanya Anda menemukan menu kalkun panggang dalam perayaan Natal, akan tetapi berbeda di Jepang. Pasalnya, saat momen Natal, masyarakat Jepang akan beramai-ramai menyantap ayam goreng cepat saji asal Amerika, KFC. Tradisi ini dimulai ketika KFC melihat ini sebagai pasar yang menguntungkan. Pada tahun 1970, KFC gencar mengiklankan menunya setiap Natal tiba. Hal inilah yang membuat masyarakat Jepang merayakan natal dengan ramai-ramai menyantap fried chicken yang menjadi menu utama. Tradisi ini dapat ditelusuri kembali ke kampanye pemasaran perusahaan makanan cepat saji yang sangat sukses tahun 1974, “Kurisumasu ni wa kentakkii!”, yang artinya “Kentucky untuk Natal!”.

Ceko

Nah, bagi Anda yang masih masih lajang, tradisi Natal dari Ceko ini bisa Anda coba, lho. Di Ceko, para wanita yang masih lajang akan melakukan sebuah tradisi unik pada saat Natal untuk mengetahui prediksi apakah mereka akan menikah tahun depan atau tidak. Tradisi Natal di Ceko ini dilakukan para wanita lajang dengan membuang sepatunya. Wanita berdiri membelakangi pintu, lalu buang sepatu dengan cara melempar ke belakang melalui bahu. Konon, apabila bagian depan sepatu menghadap pintu, maka wanita itu akan menikah tahun depan. Namun, bila bagian tumit sepatu yang menghadap pintu maka wanita tersebut harus bersabar untuk tidak menikah dulu tahun depan. Unik, ya?

Kanada

Mirip seperti tradisi Halloween, tetapi tradisi bernama Mummering ini dilakukan saat momen Natal. Masyarakat di Kanada akan menggunakan kostum yang aneh, nyentrik, bahkan menyeramkan saat melakukan Mummering. Kemudian, orang-orang akan mengikuti Mummering dan mendatangi setiap rumah sembari bertanya, “Apakah ada Mummers di sini?”. Tak hanya sekedar bertamu, orang-orang yang turut dalam festival Mummering ini juga akan menyanyi dan menari di rumah yang mereka singgahi. Sebagai imbalan, si pemilik rumah akan menyajikan kue dan susu hangat.

Swedia

Sejak tahun 1996, kota Gävle di Swedia, telah merayakan Natal dengan membangun sosok jerami raksasa dari seekor kambing. Menurut cerita rakyat setempat, kambing Yule tidak hanya membantu mengantarkan hadiah, tetapi sering menjadi pilihan Santa. Anehnya, sosok besar, yang berdiri setinggi lebih dari 12 meter dan membutuhkan 1.000 jam untuk membangunnya, telah melahirkan tradisi Natal yang lain, yang tidak pernah dibayangkan oleh para pembesar. Penduduk setempat menempatkan taruhan apakah kambing buatan itu akan bertahan sampai Tahun Baru. Dalam 52 tahun terakhir, kambing Gävle Yule telah dihancurkan 35 kali, hanya beberapa hari setelah dibangun.

Ukraina

Keunikan tradisi Natal di Ukraina dimulai dari legenda perayaan Natal seorang gadis kecil dan keluarganya yang miskin. Menurut cerita, mereka tidak mempunyai biaya untuk mendekorasi rumah. Keesokan paginya, keajaiban pun terjadi. Sorot cahaya pagi pertama yang masuk ke dalam rumah taktis membuat sarang laba-laba berubah menjadi emas dan silver. Cerita turun menurun ini memunculkan kepercayaan jika melihat sarang laba-laba di pagi hari Natal akan membawa keberuntungan. Akhirnya, warga Ukraina hingga kini senang menghiasi pohon Natal mereka dengan sarang laba-laba yang dibuat dari benang-benang halus. (*)

Tags: , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: