Ledakan Bom Sibolga Terjadi Dua Kali

Aksi meledakkan diri terjadi di Sibolga, bunyi ledakan terjadi dua kali.
, Majalah Kartini | 14/03/2019 - 12:00

Sumber Foto: Istimewa

MajalahKartini.co.idLedakan bom rakitan terjadi di Jalan Cendrawasih Kelurahan Pancuranbambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Sibolga, Sumatera Utara. Aksi meledakkan diri dengan bom ini terjadi dua kali yakni pada Selasa 12 Maret 2019 sekitar pukul 15.30 WIB dan Rabu dini hari 13 Maret 2019 sekitar pukul 01.30 WIB.

Ledakan bom awal pada Selasa 12 Maret 2019, terjadi ketika polisi hendak memeriksa rumah tersebut pasca penangkapan Husain Alkas yang diduga menjadi kelompok jaringan teroris Jamaah Anshorut Tauhid atau JAD. Dikabarkan di dalam rumah tersebut masih terdapat istri Husain serta anak-anaknya. Untuk mencegah terjadinya ledakan susulan, polisi sempat meminta bantuan tokoh agama setempat.

“Tolong menyerahlah, ingat anakmu. Jangan kau korbankan anakmu. Bicara baik-baik kalau ada masalah. Karena tidak ada agama yang mengajarkan hal yang seperti itu. Ayo menyerahlah,” seru Ustad Zainun Sinaga melalui alat pengeras suara masjid.

Ledakan Kedua

Namun sayang, upaya negosiasi yang dilakukan polisi selama 9 jam ternyata tak berhasil. Dari dalam rumah itu justru kembali terjadi ledakan pada Rabu dini hari 13 Maret 2019 sekitar pukul 01.30 WIB. Seorang polisi dan seorang warga dikabarkan menjadi korban ledakan bom di Sibolga, Sumatera Utara.

Kedua korban luka saat ini dirawat di RS Metta Medika, Sibolga. Informasi dari pihak rumah sakit, warga yang menjadi korban bernama Zulkarnaen (40), sedangkan identitas polisi yang menjadi korban belum diketahui.
Sampai saat ini polisi belum bisa melakukan evakuasi menyeluruh di lokasi kejadian.

Baca juga :Terorisme di Indonesia Condong ke Arah Ekstremisme

Istri dan anak pelaku disebutkan tewas setelah terjadi ledakan kedua. Bahkan rumah mereka juga mengalami kerusakan usai ledakan keras yang terjadi Rabu kemarin.

Aparat kepolisian menduga masih banyak rakitan bom yang ada di dalam rumah tersebut. “Yang diamankan oleh petugas ada sekitar empat. Di dalam itu ada 4 – 5, yang dipegang oleh istrinya AH itu,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo ketika melakukan kunjungan ke Kota Medan.(*)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: