Lagi, Presiden Jokowi Tepis Hoax Disebut Aktivis PKI

Kerap diserang hoax tanpa bukti, Presiden Jokowi tak bosan meluruskan fakta dan kebenaran atas dirinya.
, Majalah Kartini | 27/01/2019 - 11:00

MajalahKartini.co.id – Menjelang musim pilpres 2019 saat ini, tentu berbagai isu politik banyak menerjang setiap pasangan calon. Hal itu terjadi dari awal musim pilpres kepada sosok capres Petahana Presiden Joko Widodo (Jokowi). Berkali-kali banyak hoax beredar yang menyebut dirinya adalah aktivis PKI, bahkan marak beredar gambar foto sosok laki-laki yang berdiri di depan DN. Aidit saat berorasi dalam acara PKI. Semua hoax tersebut memang sering dibantah baik oleh presiden sendiri maupun seluruh kubunya, dan kini Jokowi kembali menegaskan di hadapan masyarakat bahwa dirinya bukanlah aktivits PKI.

“Anak saya bilang ada gambar yang pidato DN Aidit, Ketua PKI saat itu. Ini saya cek pada 1955. Lah kok saya ada di dekatnya. Coba. Itu yang kasih tau anak saya. Saya lihat di HP saya wajahnya kok mirip saya. Ini yang kurang ajar. Ini fitnah keji. Orangnya belum lahir, sudah dipasang di situ coba,” ujar Jokowi saat membagikan sertifikat tanah di Lapangan Sepakbola Arcici, Cempaka Putih, Jakarta Pusat (26/1). Tak hanya itu, Presiden Jokowi juga kerap dituduh dengan hoax anti-ulama. Sejurus dengan tuduhan PKI, Jokowi juga menepis tuduhan bahwa dirinya anti ulama. “Belum lagi Presiden Joko Widodo dibilang anti-ulama, anti-Islam. Orang Hari Santri saya yang tanda tangan keppres-nya. Gimana logikanya?” tegasnya lagi.

Terhadap isu-isu itu, kata Jokowi, ada 9 juta orang yang mempercayainya. Jokowi mengajak masyarakat berpolitik dengan santun. “Tapi ya itu 9 juta ada yang percaya. Jangan dong diterus-teruskan. Kita harus junjung tinggi adat, etika, tata krama, sopan santun dalam kita berpolitik. Beda pilihan nggak apa, tapi caranya jangan dengan fitnah, ujaran kebencian, dihina, dicela, dimaki. Apa nggak ada yang lebih baik dari kata-kata kotor itu,” tandas Presiden Jokowi. (*)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: