Korban Tewas Ledakan di Sri Lanka Mencapai 200 Jiwa Lebih

Serangan bom menargetkan jamaah Katolik yang sedang menghadiri Misa Paskah dan tamu hotel ternama yang dipenuhi turis asing.
, Majalah Kartini | 22/04/2019 - 10:00

Foto: Istimewa

MajalahKartini.co.id – Lebih dari 200 orang tewas dan 450 lainnya terluka dalam delapan ledakan bom yang terjadi di Kolombo, Sri Lanka, saat perayaan Paskah, Minggu (21/4/19).

Dilansir dari The New York Times, serangan bom menargetkan jamaat Katolik yang sedang menghadiri Misa Paskah dan tamu hotel ternama yang dipenuhi turis asing. Ledakan paling mematikan terjadi sekitar pukul 08.45 pagi waktu setempat, di Gereja St. Sebastian di Negombo, kota yang terletak 30 kilometer di utara ibu kota Kolombo.

Gereja lain yang diserang adalah St. Anthony’s Shrine di Kolombo dan Gereja Zion di timur kota Batticaloa. Ledakan di St. Anthony mengakibatkan asap hitam mengepul keluar dari pintu depan. Saksi mata mengatakan banyak orang-orang meninggal di dalamnya. Selain itu, ledakan lain juga terjadi di Hotel Shangri La, Cinnamon Grand dan Kingsbury Hotel. Kesemua hotel tersebut terletak di ibu kota Kolombo.

Foto: Istimewa

Dikutip dari CNN, saksi mata bernama Asela Waidyalankara menceritakan apa yang dilihatnya selama kejadian berlangsung. Ia mendengar ledakan ketujuh setelah sebelumnya menyaksikan ledakan di hotel tepat di depan kebun binatang Dehilawa. Kemudian, Asela melihat dua helikopter terbang melintasi lokasi ledakan, disusul sirene ambulans dan mobil pemadam. Dua orang dilaporkan tewas dalam ledakan ketujuh ini. Dua ledakan baru ini terjadi setelah enam ledakan di tiga gereja dan tiga hotel. Berikut beberapa fakta yang telah dirangkum dari kejadian tersebut.

1. Serangan Bom Bunuh Diri

Penegak hukum Sri Lanka mengatakan, setidaknya dua ledakan bom yang menyasar gereja serta hotel bintang lima merupakan serangan bom bunuh diri. Salah satu hotel yang menjadi sasaran adalah Hotel Grand Cinnamon di mana si pelaku ternyata sempat mengantre sarapan bersama tamu yang lain. Manajer hotel menginformasikan pelaku merupakan seorang tamu yang terdaftar dengan nama Mohamed Azzam Mohamed. Saat akan dilayani itulah, tersangka kemudian mengaktifkan bom yang sudah dibawanya dan meledak di restoran yang sedang padat pengunjung itu.

Baca Juga : Pintar dan Cantik, Rafia Qaseem Pilih Jadi Penjinak Bom

2. Pelaku Diduga Tamu Hotel

Salah satu hotel yang menjadi sasaran adalah Shangri-La di ibu kota Kolombo. Dua orang yang diduga pelaku pengeboman diketahui memesan kamar. Pelaku meledakkan bom di sebuah kafe dan koridor di hotel tersebut. Menurut para penyelidik, pelaku menggunakan bom C-4 atau bom plastik. Dikutip dari CNN, salah satu pelaku bom bunuh diri telah dikenali. Pelaku ini awalnya berencana menyerang kantor India High Commission di Kolombo, Sri Lanka, pada (4/4/19).

Baca Juga: ISIS Gunakan Perempuan dan Anak-anak untuk Bom Bunuh Diri

3. Banyak Korban Warga Asing

Di antara lebih dari 200 korban tewas, Kementerian Luar Negeri Sri Lanka menyatakan 36 di antaranya merupakan warga negara asing yang masih diidentifikasi di kamar jenazah Kolombo. Selain itu, terdapat lima warga negara Inggris dengan dua di antaranya juga pemegang paspor AS. Kemudian ada tiga warga negara Denmark, satu warga Portugal, dan tiga warga India. Kantor berita Anadolu melaporkan ada juga dua teknisi dari Turki, serta seorang pria Belanda.

Foto: Istimewa

4. Delapan Terduga Pelaku Ditahan

Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe, menyatakan otoritas telah menahan setidaknya delapan orang yang diduga mempunyai hubungan atas insiden ledakan bom. Kepada kantor berita AFP, Wickremesinghe menuturkan delapan nama yang ditangkap merupakan warga lokal. Namun tidak menutup kemungkinan jika ada keterlibatan orang asing di dalamnya.

Baca Juga: Ariana Grande Unggah Pesan Terkait Pemboman Dikonsernya

5. Tidak Ada Korban WNI

Kemenlu RI memastikan tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban dalam peristiwa ledakan yang terjadi di Kolombo, Sri Lanka. Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Kemenlu Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, saat terjadi ledakan bom Srilanka, seorang WNI berinisial KW sedang berada di Hotel Shangri La. Namun, Kedutaan Besar RI di Kolombo sudah memastikan bahwa yang bersangkutan dalam keadaan selamat dan sudah dievakuasi oleh aparat keamanan Sri Lanka.

Baca Juga : Ariana Grande Alami Trauma Akibat Tragedi Pemboman

6. Ada Peringatan dari Intelijen Asing

Otoritas keamanan Sri Lanka dikabarkan sudah menerima peringatan akan adanya rencana pengeboman jauh-jauh hari sebelumnya melalui “dinas intelijen asing”. Dalam unggahan di Twitter, Menteri Telekomunikasi Harin Fernando mengungkapkan surat intelijen itu sudah ditembuskan kepada penegak hukum Sri Lanka pada 11 April, atau 10 hari sebelumnya. PM Wickremesinghe mengakui dia sudah menerima informasi tersebut. Namun, dia menyatakan tidak menerima informasi mengenai perkembangan terbaru. Karena itu, dia menyatakan investigasi harus dilaksanakan secepatnya soal mengapa aparat tidak menindaklanjuti peringatan akan adanya serangan tersebut.

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: