Konvensi Hak Anak, Temukan Formula Baru Mekanisme Perlindungan Anak

Untuk menghentikan kekerasan dan eksploitasi terhadap anak harus dilakukan secara masif.
, Majalah Kartini | 21/11/2016 - 13:37

Majalahkartini.co.id – Sejumlah revisi Undang-Undang terkait perlindungan anak telah dilakukan, bahkan PERPU tentang pemberian hukuman bagi pelaku kejahatan seksual anak telah disahkan. Akan tetapi pada tataran aksi dan implementasi baik pada level nasional dan lokal belum didukung dengan program dan strategi yang konkret.

Atas dasar hal tersebut, dan dalam rangka refleksi terhadap implementasi 25 tahun pasca ratifikasi, ECPAT Indonesia bersama d Perlindungan Anak (PKPA), JARAK, Rumah Faye dan Gugah Nurani Indonesia. Konferensi ini juga di dukung oleh ECPAT International yang akan sekaligus melaunching Global Studi hasil riset tentang situasi pariwisata seks anak di asia dan khususnya di Indonesia. Menyelenggarakan “Konvensi Nasional Perlindungan Anak : Refleksi Pasca 25 Tahun Ratifikasi Konvensi Hak Anak (KHA)” di Hotel Grand Sahid Jaya, 21 November hingga 22 November 2016.

Kegiatan yang bertujuan, salah satunya untuk menemukan formula baru dalam mekanisme perlindungan anak-anak yang menjadi korban eksploitasi dan kekerasan, dibuka oleh Rahayu Saraswati, Komisi VIII DPR-RI. Pada sebelumnya, Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa dijadwalkan terlebih dahulu untuk membuka kegiatan, akan tetapi Mentri Khofifiah berlainan hadir diawal kegiatan karena ada sesuatu pekerjaan yang tidak bisa ditinggal. “Ibu Khofifiah kabarnya akan hadir dipertengahan acara dan akan menyampaikan materi khusus,” ungkap Misran Lubis, Perwakilan Steering Committee Konferensi di Grand Sahid, Jakarta, Senin (21/22).

Kegitan tersebut dihadiri oleh 168 peserta dari berbagai kalangan penggiat hak anak. Direktur pusat kajian perlindungan anak medan, Misran Lubis mengatakan, kegiatan ini bermulah dari keresahan dari daerah-daerah di Indonesia untuk menangani kasus kekerasan anak. Dirinya juga mengatakan kasus kekerasan, eksploitasi, dan kejahatan seksual meningkat. “Kami belum melakukan banyak hal agar mereka terlindungi,” ujar Misran Lubis.

Misran Lubis juga mengatakan, untuk menghentikan kekerasan, eksploitasi terhadap anak, harus dilakukan secara masif. Oleh kerana itu, Misran menuturkan, kegiatan ini diselenggarakan salah satunya untuk mendengarkan rekomendasi tentang penanganan, dan perlindungan hak-hak anak untuk seluruh Indonesia. (Teks&Foto: Raga Imam)

Tags: , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: