Komitmen RI-Afganistan Perangi Kekerasan Terhadap Perempuan

Kementerian Pemberdayaan Perempuan Afgannistan akan mempelajari salah satu program Kemen PP dan PA.
, Majalah Kartini | 19/05/2017 - 14:29

IMG_20170519_115448

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MajalahKartini.co.id – Pemberdayaan perempuan di Afganistan merupakan isu prioritas bagi KBRI Kabul, Pemerintah Afganistan, Uni Eropa, dan PBB sehingga kehadiran Menterti Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise dalam Symposium on “the Role and Contribution of Afganistan Women for Peace” di Afganistan sangat berarti bagi hubungan kedua Negara.

Hal yang dipelajari oleh Kemen PP dan PA sejauh ini dari aktivis perempuan Indonesia banyak kaum perempuan yang dapat menggunakan “soft power” secara efektif dalam pengaruh sosial dan tradisional di komunitas mereka melebihi pasangan laki-laki dalam berbagai konflik. Menteri PP dan PA Yohana Yembise sangat berharap melalui simposium ini, tidak hanya dapat menunjukan komitmen yang lebih kuat untuk kerjasama dalam memerangi kekerasan terhadap perempuan dalam situasi konflik, namun juga memperkuat jejaring serta mekanisme untuk berbagi pengalaman.

Kementrian Pemberdayaan Perempuan Afgannistan akan mempelajari salah satu program Kemen PP dan PA, yakni Kota layak anak, P2TP2A untuk mengembangkan Pusat Layanan bagi perempuan dan anak korban kekerasan, pemberantasan buta huruf pemberdayaan perempuan di tingkat desa. Pemerintah Indonesia akan mengundang 5 orang wakil dari Afganistan untuk mempelajari tentang bertukar pengalaman dengan perempuan pengusaha di Indonesia.

Adapun pada tahun 2017 ini, sudah ada beberap MOU yang disepakati antara pemerintah Afganuistan dan Indonesia, diantaranya MOU antara Kementerian Pendidikan, MOU antara Kementerian Pertanian, MOU antara Badan Statistik, MOU antara Badan Administrasi Negara, dan MOU antara Kementrian Keuangan yang seluruhnya disepakati dan ditandatangani di Jakarta pada 5 April 2017 lalu.

Yohana Yembise mengatakan simposium ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan program bilateral antara Indonesia dan Afganistan dalam mempromosikan resolusi konflik sosial melalui pencegahan perlindungan, dan pemberdayaan perempuan dan anak-anak yang tinggal dalam situasi konflik. Yohana juga menyebut masalah paling vital di Afganistan yakni, HAM Perempuan belum ada, dan juga perempuan di Afganistan belum dihargai secara penuh. (Foto: Raga Imam)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: