Komitmen 7 Putri Sulamit Membawa Perubahan Sosial

Diharapkan acara Putri Sulamit dapat menginspirasi seluruh perempuan Indonesia serta memberi definisi baru mengenai kecantikan dalam dan luar yang sesungguhnya.
, Majalah Kartini | 02/05/2017 - 11:04

Komitmen 7 Putri Sulamit Membawa Perubahan Sosial

MajalahKartini.co.id – Tujuh perempuan muda Indonesia dari berbagai daerah resmi dinobatkan sebagai Putri Sulamit di Bali, (29/4). Program bernama Putri Sulamit “Berarti Lewat Hati” memiliki tujuan agar tujuh perempuan ini akan berkembang menjadi perempuan yang menginspirasi melalui program yang mereka ciptakan sendiri.

Ke tujuh Putri Sulamit ini adalah: Akwilina Jeni (17) dari Ngabang, A.A. Istri Putri Dwi Jayanti (20) dari Denpasar, Nishada Warih Segara Muncar (21) dari Surakarta, Poppy Indrawati (26) dari Serang, Trya Divinity Malensang (20) dari Manado, Duma Mariana Simanjuntak (20) dari Medan, Yunita Alanda Monim (19) dari Sentani.

Yohana Limarno, Founder dari Program CSR Putri Sulamit dalam sambutannya mengatakan, program Putri Sulamit ini diinisiasi serta dilaksanakan untuk menemukan, membina dan memberi dukungan penuh kepada para perempuan Indonesia yang memiliki hati mulia untuk meraih impiannya yang menitikberatkan pada misi sosial. “Visi misi dari Program Putri Sulamit ini sebenarnya sederhana namun kami jalankan sangat serius. Kami benar-benar ingin menemukan wanita Indonesia di usia produktif mereka, dimana mereka harus bekerja menghidupi diri sendiri dan keluarga, namun menyempatkan diri untuk memberi dan berbagi dengan lingkungannya,” kata Yohanna.

Komitmen 7 Putri Sulamit Membawa Perubahan Sosial1

Tidak dibuat-buat, mereka memiliki passion yang kuat dan hati yang tulus, mencoba menyisihkan waktu dan pikiran mereka pada perubahan-perubahan kecil dimana mereka beraktivitas. Itulah mengapa kami datang dengan slogan “Berarti Lewat Hati”. “Harapan kami sangat besar bahwa tujuh wanita luar biasa ini bisa kami support sepenuhnya dan mereka akan dapat meluncurkan program sosial yang memang jadi impian mereka sehingga banyak masyarakat akan terbantu,” lanjutnya.

Nama Sulamit sendiri diambil dari kisah klasik di jaman dahulu kala seorang bangsawan yang sedang berjalan-jalan di kota miliknya dan bertemu dengan seorang perempuan pekerja kebun anggur yang sedang bekerja, penuh peluh dan keringat namun terlihat tetap cantik dan menarik. Lalu sang bangsawan mengajak Sulamit tersebut berbincang-bincang dan menemukan bahwa perempuan tersebut sangat cerdas dan memiliki hati yang peduli terhadap orang-orang disekitarnya yang membutuhkan uluran tangan.

Sang bangsawan menjadi terenyuh hatinya dan memberikan fasilitas bagi Sulamit tersebut agar dapat berbuat kebaikan kepada masyarakat lebih banyak lagi. Cerita ini yang menginspirasi brand Sulamit dengan Program Putri Sulamit yang ingin menemukan perempuan berhati tulus dan peduli. Program Putri Sulamit ini bukanlah kontes kecantikan standar dimana para perempuan bisa mendaftar dan berkompetisi dengan banyak perempuan lain untuk terpilih sebagai finalis.

Lisa Sanusi, Founder dari Program Putri Sulamit memaparkan proses perekrutan tujuh Putri Sulamit ini. Tahun lalu pihaknya membentuk tim khusus yang memiliki misi untuk menemukan para perempuan dengan persona seperti Putri Sulamit. Tim ini pergi kebeberapa daerah di Indonesia, berbaur dan mencari informasi. “Kecantikan wanita Indonesia itu sangat beragam, kami tidak melihat dari tampilan dan kecantikan fisik, kita mengedepankan para wanita yang cantik hatinya karena kemudian akan terpancar dari parasnya,” kata Lisa.

Tim khusus menemukan banyak perempuan, namun tujuh pribadi ini yang paling menonjol sejauh ini. Mereka bukan orang terkenal, hanya perempuan Indonesia dengan kegiatan sehari-hari yang pada umumnya, bekerja atau kuliah, namun perjuangan hidup dan impian mereka menginspirasi. “Mereka kemudian kami undang ke Jakarta untuk menjalani karantina, di mentor dan dibina. Kami memotivasi mereka lebih lagi untuk menciptakan program yang lebih nyata dan mewujudkan impian mereka. Kami mendukung mereka sepenuhnya,” terang Lisa.

Para Putri Sulamit ini dikarantina selama 14 hari di Jakarta pada bulan Desember 2016 lalu. Sepanjang masa karantina, beberapa staff ahli dari Sulamit membantu mereka untuk mengembangkan potensi diri, melalui kelas-kelas pembimbingan, mulai dari pelatihan presentasi, kepribadian, penampilan, dan banyak lagi yang dapat membantu mereka lebih percaya diri dalam menciptakan program sosial yang nyata. “Itulah sebabnya kami mengadakan acara perkenalan resmi ini di Bali, karena salah satu dari Putri Sulamit yang berasal dari Bali, akan dapat menunjukkan secara nyata wujud impiannya membantu komunitas Tuna Runggu di Bali, dan kita semua dapat menyaksikannya langsung” terang Yohana. (Foto: Andim)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: