Kisruh Sheila On 7 Diminta Turun Panggung Saat Tampil Oleh Pihak Kepolisian

Adam, bassist dan manajer Sheila on 7 berujar harusnya ada toleransi, sedangkan pihak kepolisian mengatakan acara sudah lewat dari batas waktu perizinan.
, Majalah Kartini | 27/12/2018 - 14:00

MajalahKartini.co.id – Video yang merekam naiknya beberapa anggota kepolisian ke atas panggung untuk menghentikan penampilan Sheila On 7 menjadi viral di media sosial. Berbagai komentar warganet pun membanjiri unggahan video yang menampilkan kejadian di Stadion Mandala Krida Yogyakarta dalam acara bertajuk Farmasi Cup 2018 “4 Guest Star” (22/12) tersebut. Menanggapi hal yang dialami band-nya, Bassist yang juga manajer ‘Sheila On 7’, Adam Muhammad Subarkah menilai penghentian konser band-nya di Yogyakarta oleh polisi adalah penyalahgunaan wewenang. Seharusnya ada cara-cara lain yang dapat ditoleransi untuk memberitahu jika band melampaui jadwal yang ditentukan.

“Ya anu arogan hehe dan ya itu lah penyalahgunaan wewenang, kalau di sisi saya kan kalo dia kan apa kan yang namanya kerja sama pasti ada hal hal yang perlu ditoleransi. Kalau saya sebagai, dari manajemen sebenarnya sampai sekarang bertoleransi dengan harapan ya kita saling toleransi saja,” ujar Adam (26/12).

“Jadi ya dalam sejarah kalau apa namanya acara yang, nggak adalah di Indonesia itu acara rundown itu 100 persen tertib itu kan nggak ada ya kan, nah cuman kan kita toleransi juga kalo misalkan rundown-nya molor kita ya nunggu kok,” lanjutnya.

Adam melanjutkan bahwa Sheila On 7 adalah band yang taat pada peraturan. Saat konser di Yogyakarta juga band-nya belum melewati batas waktu yang telah ditentukan. “Aku bukan band yang punya kebijakan molor 15 menit aku tinggal pulang kan nggak, nggak kan ada yang begitu. Ya kalau polisi kan ya gitu ya. Polisi kan harusnya, mungkin kalau tentara harusnya sih mungkin maklum-maklum ajah, kalau polisi kan yang berhubung dengan orang jadi harusnya kan, kecuali kalau izin sampai jam 12 tapi belum jam 1 malem oke lah itu ada penertiban,” jelasnya.

Sementara pihak kepolisian Yogyakarta juga memberi alasan mengapa konser musik tersebut harus dihentikan. Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto, menjelaskan sebenarnya tidak hanya Grup Band Sheila On 7 saja yang manggung di Stadion Mandala Krida, melainkan ada empat bintang tamu di acara tersebut, adalah Ilona and The Soul Project, Figura Renata, Barasuara, dan Sheila On 7 yang mendapat jatah manggung terakhir. “Lagu sephia itu lagu terakhir ternyata,” ujar Yuliyanto (26/12).

Yuliyanto menuturkan, berdasarkan rundown farmasi cup 2018 Grup Band Sheila On 7 dijadwalkan manggung pukul 21.20 sampai 22.35 WIB. Sementara polisi memberikan izin konser hanya sampai pukul 23.00 WIB.

“Jam 22.45 WIB sebelum polisi naik sudah diingatkan panitia bahwa batas waktunya sampai jam 23.00 WIB. Tapi sampai jam 23.00 WIB lebih (konsernya) masih terus saja, sehingga polisi naik ke panggung,” ungkapnya. “Jadwal panitia sebenarnya jam 22.35 WIB (acara farmasi cup 2018) sudah selesai. Tapi karena Sheila On 7 naiknya telat, maka mulainya lambat sehingga berakibat pada selesai acaranya juga lambat,” tandas Yuliyanto.  Sebelumnya, Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Armaini juga mengatakan Polda DIY memberikan izin acara musik tersebut sampai pukul 23.00 WIB. Namun kenyataannya konser Sheila On 7 berlangsung sampai pukul 23.30 WIB, sehingga polisi harus mengambil tindakan. (*)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: