Ketahui Dampak Negatif Kerokan Pada Tubuh

Cara tradisional ini memang ampuh membuat rilek tubuh, tetapi ketahui juga dampak negatifnya akibat terlalu sering dikerok.
, Majalah Kartini | 09/11/2018 - 15:10

MajalahKartini.co.id – Umumnya yang terjadi pada masyarakat di Indonesia, jika badan mengalami demam atau rasa pegal tidak langsung diatasi dengan pergi ke dokter atau mengonsumsi obat-obatnya. Cara tradisional yang sudah turun-temurun dilakukan adalah dengan mengerok atau kerokan pada punggung atau leher dan dada. Meski banyak yang merasakan manfaat tubuh lebih rileks setelah melakukan kerokan, tetapi perlu Anda ketahui bahwa kerokan memiliki dampak negatif untuk tubuh jika Anda terlalu sering melakukannya. Seperti dilansir dari Alodokter, berikut ini dampak negatif dari kerokan:

Adanya iritasi kulit karena terjadi gesekan pada sel tanduk kulit. Jika dilakukan tidak terlalu sering, hal ini tidak menggangu, namun jika terjadi berulang kali maka kulit akan terkikis. Padahal diketahui bahwa kulit berfugsi sebagai barrier pertama tubuh untuk mencegah masuknya kuman ke dalam tubuh.

Terjadi tekanan yang keras pada kapiler darah di mana dapat terjadi pecahnya pembuluh darah kecil di bawah lapisan kulit paling atas. Tidak sedikit saat kerokan terjadi kulit yang merah bahkan ada perdarahan kecil. Bahkan pada beberapa individu bahkan terjadi biru atau ungu karena pecahnya kapiler darah yang berukuran lebih besar.

Alergi terhadap logam atau alat yang digunakan untuk mengerok. Kondisi alergi masing-masing individu berbeda-beda. Dapat berupa bruntus ataupun mumcul bintik-bintik. yang jika berlanjut pada infeksi kulit menimbulkan luka yang lebih serius.

Jika terjadi luka saat pengerokan maka dapat menimbulkan bekas, atau jaringan parut. beberapa individu akan meninggalkan bekas luka yang permanen dimana akan menggangu secara estetik.

Jika Anda sudah merasa adanya ketagihan pada kerokan sebaiknya segera ganti metode kerokan dengan pemijatan lembut menggunakan minyak hangat atau berendam air hangat. Selain itu, Anda juga dapat melakukan olahraga rutin di mana tubuh akan mendapat oksigen lebih banyak, seperti jogging, yoga, pilates. Tak lupa selalu jaga nutrisi yang cukup dan seimbang serta hindari stres. (*)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: