Kementerian PPPA Kecam Kasus Pemerkosaan di Sorong

Seringkali kasus kekerasan seksual terhadap anak dilakukan oleh pihak terdekat.
, Majalah Kartini | 14/01/2017 - 14:16

Kementerian-PPPA-Kecam-Kasus-Pemerkosaan-di-Sorong

Majalahkartini.co.id – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise meninjau perkembangan kasus pemerkosaan balita berinisial KM, usia 5 tahun, oleh tiga pelaku yang dikerahui berinisial R usia 19 tahun dan 2 lagi usia anak D san L yang saat ini sudah dalam penanganan kepolisian.

Menteri PPPA sempat bertemu dengan ketiga pelaku. Yohana Yembise juga mengunjungi keluarga korban untuk memberikan dukungan moril. Kekerasan seksual terhadap anak masih kerap terjadi meskipun pemerintah telah mengupayakan berbagai macam cara untuk mencegah hal ini terjadi.

Tindakan prefentif seperti penghimbauan yang selalu disampaikan untuk memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan pengawasan terhadap anak, pencanangan Kota Layak Anak, sosialisasi Three Ends, penguatan satgas PPPA (Satuan Tugas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) dan program prioritas lainnya hingga penguatan dari sisi hukum.

Dari sisi hukum, Perpu Kebiri sudah diupayakan Kementerian PP dan PA untuk menjadi Undang- Undang yaitu dengan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2016. Selain itu, akan melakukan pendekatan lain yakni mensosialisasikan kepada masyarakat tentang adanya Undang-Undang Nomor 17 tahun 2016 tersebut yang mengancam bagi siapa saja yang melakukan kekerasan seksual terhadap anak dengan memberikan hukuman yang lebih berat lagi agar ada efek jera di masyarakat untuk melakukan kekerasan seksual terhadap anak.  Sosialisasi ini juga akan dilakukan kepada aparat penegak hukum agar UU Nomor 17 tahun 2016 tersebut dapat ditegakkan bila terjadi kekerasan seksual terhadap anak.

Kasus pembunuhan dan pemerkosaan sekarang ini tidak hanya dilakukan oleh orang luar, namun terkadang juga melibatkan orang terdekat, hal ini mungkin terjadi karena korban dekat dengan pelaku dan mempercayakan pelaku, yang terkadang kepercayaan yang diberikan itu dimanfaatkan pelaku untuk melakukan tindakan perkosaan dan untuk menutupi aibnya terkadang melakukan pembunuhan terhadap korban. “Oleh karena itu saya mengingatkan kembali kepada orang tua dan seluruh masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak kita. Jangan pernah percayakan anak kita kepada orang lain atau bermain tanpa pengawasan dari keluarga,” ujar Yohana.

Mengenai kasus pemerkosaan di Sorong dapat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyampaikan bahwa pelaku dapat dikenakan: pasal 81 ayat (5) UU Nomor 17 tahun 2016 dengan sangsi dipidana mati, seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 10 tahun dan paling lama 20 tahun. Pasal 81 ayat (6) pelaku dikenai pidana tambahan berupa pengumuman identitas pelaku. Pasal 81 ayat (7) pelaku dikenai tindakan berupa kebiri kimi dan pemasangan alat pendeteksi elektronik.

Pemerintah akan terus berusaha untuk mencegah dan menindak tegas kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak yang merupakan aset bangsa ini, serta menghimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaraan dan kepedulian untuk bersama-sama menjaga keamanan perempuan dan anak karena ini merupakan tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat. (Foto: Kementerian PPPA)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: