Keluarga Korban Lakukan Tabur Bunga di Lokasi Jatuhnya Lion Air JT-610

Suasana haru menyelimuti kegiatan doa bersama dan tabur bunga oleh para keluarga korban di tengah perairan Karawang, Jawa Barat.
, Majalah Kartini | 07/11/2018 - 09:00

MajalahKartini.co.id – Insiden jatuhnya pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610 rute Jakarta – Pangkalpinang masih membawa luka kesedihan yang mendalam bagi seluruh keluarga korban yang ditinggalkan. Mengingat rumitnya proses identifikasi akibat kondisi jasad korban yang ditemukan, membuat tim DVI Polri baru berhasil mengidentifikasi beberapa nama korban dari total 189 penumpang dan awak pesawat. Hal ini tentu membuat sebagian besar keluarga korban yang belum teridentifikasi masih merasa bingung dan gamang.

Oleh karena itu, Selasa (6/11) para keluarga korban difasilitasi naik KRI Banda Aceh dan KRI Banjarmasin menuju titik jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di tengah perairan Karawang, Jawa Barat untuk melakukan tabur bunga dan doa bersama. Kedua kapal laut tersebut tiba di titik jatuhnya pesawat Lion Air  yaitu di titik koordinat 05 derajat 48,65 menit Lintang Selatan-107 derajat 07 menit Bujur Timur. KRI Banda Aceh tiba pukul 11.30 WIB dan langsung melakukan doa bersama. KRI Banda Aceh dipimpin oleh Pangkoarmada I Laksamana Muda Yudo Margono, sementara dan KRI Banjarmasin dipimpin oleh Kabasarnas Marsekal Madya M Syaugi.

“Saya berharap dengan kebersamaan ini, dengan doa bersama ini mudah-mudahan seluruh korban diampuni segala dosanya, diterima amal baiknya di sisi Tuhan yang Maha Kuasa. Saya tetap berharap mudah-mudahan bapak dan ibu tetap mendoakan khususnya kepada tim SAR gabungan untuk tetap dapat melaksanakan pencarian-pencarian korban,” pungkas Syaugi di atas KRI Banjarmasin (6/11).

Para keluarga pun keluar dan berdiri pinggir buritan kapal. Mereka didampingi oleh tim psikologi. Mereka tampak mengangkat tangan memanjatkan doa. Suara isak tangis pecah saat melantunkan doa. Beberapa orang juga tak henti memeluk sesama keluarga dan saling menguatkan. Perwakilan dari setiap keyakinan memimpin doa sesuai caranya masing-masing secara bergantian. Kemudian, kapal berputar mengelilingi titik koordinat tersebut. (*)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: