Kedai Kopi Ini Seluruh Karyawannya Penyandang Down Syndrome

Kedai kopi Bitty and Beau’s Coffee berbeda dari yang lain karena hampir semua karyawan yang bekerja merupakan penyandang Down Syndrome.
, Majalah Kartini | 21/03/2019 - 10:00

Foto: Istimewa

MajalahKartini.co.id – Penelitian para ahli mengatakan lebih dari 85 persen penyandang disabilitas tidak memiliki pekerjaan, terlebih lagi untuk penyandang Down Syndrome (DS). Tetapi, di Charleston, South Carolina ada sebuah kafe yang mempekerjakan karyawan penyandang DS.

Kafe ini seolah menjadi harapan bagi orang-orang penyandang DS yang sulit dipercayai oleh orang lain untuk bekerja. Bitty and Beau’s Coffee beda dari yang lain karena hampir semua karyawan yang bekerja merupakan penyandang DS termasuk baristanya. Pemilik kafe ini adalah Bitty dan Ben Wright, mereka memang sengaja membuka kedai kopi tersebut untuk memberikan peluang bagi para penyandang DS yang mencari pekerjaan.

Foto: Istimewa

Dikutip dari Fox News, Bitty dan Ben Wright mengatakan, “Ketika membuka kedai kopi ini, kami berpikir akan mengurangi tingkat pengangguran, dan kami tahu apa yang kami lakukan ini adalah gerakan hak asasi manusia yang disamarkan sebagai kedai kopi.” Ide membuka kedai kopi ini berawal karena dua anak bungsu mereka mengalami down syndrome, dan pada akhirnya Wright pertama kali membuka Bitty and Beau’s Coffee di Wilmington pada tahun 2016.

Baca Juga: Hari Down Syndrome Sedunia yang Selalu Penuh Harapan

Konsep kedai kopi ini memang tidak besar tetapi berhasil menarik perhatian banyak orang. Semua karyawan yang dipekerjakan di sini memiliki keterbatasan intelektual dan fisik. Kini kedai kopi Bitty and Beau’s Coffee sudah memperkerjakan lebih dari 40 orang penyandang disabilitas mulai dari down syndrome hingga autisme.

Foto: Istimewa

Agar bisa bekerja layaknya orang normal lain, Wright mengatakan karyawannya ini dibekali pelatihan selama sekitar satu minggu. Teknik pelatihannya menggunakan metode khusus, bukan seperti melatih orang biasa. Setelah karyawan menyelesaikan pelatihan, mereka melakukan tahap uji coba untuk bekerja di toko berdampingan dengan tim. Mereka juga bahkan menerima upah kerja layaknya pekerja profesional.

Ia juga menambahkan, penelitian sudah menunjukkan bahwa mempekerjakan para difabel terbukti bisa diandalkan dan meningkatkan produktivitas. Melihat banyaknya respons positif dari berbagai pihak, ia berencana ingin membuka cabang baru. Harapannya semoga semua bisa berjalan lancar sehingga cabang baru ini bisa dibuka pada akhir tahun.

Foto: Istimewa

“Kami berharap bisa memiliki toko di seluruh dunia suatu saat nanti, pekerjanya adalah para difabel. Kami akan menggabungkan difabel dengan orang normal supaya mereka bisa melihat jika kehidupan difabel memiliki nilai yang sama seperti orang biasa,” ujar Wright.(*)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: