Kalah dalam Pemilu, Hillary Clinton Salahkan FBI

Hillary menilai keputusan Comey untuk mengumumkan penyelidikan terbaru atas emailnya telah menggerus dukungan kepadanya di lumbung suara Partai Demokrat.
, Majalah Kartini | 14/11/2016 - 21:00

MajalahKartini.co.id – Hillary Clinton menyalahkan Direktur FBI James Comey atas kekalahan mengejutkannya pada Pilpres Selasa lalu. Pernyataan ini disampaikan oleh dua penyandang dana utama kampanye Hillary dalam telekonferensi itu kepada Reuters. Hillary sebelumnya diproyeksikan memenangi Pemilu AS, namun justru berakhir sebaliknya. Hillary nampak low profile setelah menyampaikan pidato pengakuan kalahnya kepada Trump.

Namun Sabtu 12 November kemarin, Hillary berkata kepada pendukungnya bahwa timnya telah merancang memo menyangkut opini publik sebelum pemungutan suara. Memo ini terkait surat dari Comey yang menjadi pembalikkan opini publik.

Hillary menilai keputusan Comey untuk mengumumkan penyelidikan terbaru atas emailnya telah menggerus dukungan kepadanya di negara bagian barat tengah AS (Midwest). Clinton kalah di Wisconsin yang merupakan lumbung suara Demokrat sejak tahun 1984.

Begitu pula dengan hasil akhir di Michigan yang condong ke calon dari Partai Republik. Padahal negara bagian ini terakhir kali memilih calon presiden dari Republik pada 1988.

Comey mengirimkan sebuah surat kepada Kongres beberapa hari sebelum pemungutan suara 8 November yang menyatakan dia akan menyelidiki kembali skandal email Hillary sewaktu menjadi menteri luar negeri AS dari 2009 sampai 2012. Kendati Comey kemudian menyimpulkan Hillary ternyata tak bisa diadili karena kasus email barunya itu namun dampak politiknya terlanjur merusak citra Hillary.

Kepada para donor, Hillary menyatakan Trump menarik manfaat dari manuver Comey untuk dipakai guna menyerangnya. Surat Comey juga mendorong para pendukung Trump memperluas hasutan bahwa Pemilu akan curang. Memo Tim Hillary menyebutkan akibat surat direktur FBI, publik akhirnya lebih memilih Trump ketimbang Hillary, demikian Reuters. (ANTARA)

Sumber foto: Hillary Clinton bersama suaminya mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Bill Clinton (kiri) dan calon wakil presiden Senator Tim Kaine, memberikan pidato di depan staf dan pendukungnya mengenai hasil pemilihan presiden AS di sebuah hotel di New York, Rabu (9/11). (Ndari Sudjianto/ANT FOTO/REUTERS/Carlos Barria)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: