Jokowi: Stop Saling Menyalahkan

Bangsa Indonesia tertinggal dari negara lain karena terlalu sering ribut satu sama lain.
, Majalah Kartini | 24/05/2017 - 10:43

Sumber: Setkab

MajalahKartini-Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa Indonesia ini adalah negara besar. Ia mencontohkan, tahun 1977 saat Tol Jagorawi dari Jakarta menuju Bogor dibangun, negara yang lain belum banyak yang punya. Banyak yang belajar pada Indonesia, seperti Malaysia.

“Sampai sekarang, sudah 40 tahun, tol kita baru terbangun 780 km,” kata Presiden Jokowi saat bertemu dengan tokoh lintas agama yang tergabung dalam Asosiasi Forum Komunikasi Umat Beragama Indonesia, di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (23/5) siang.

Menurut Jokowi, ketertinggalan itu terjadi karena bangsa Indonesia sering menghabiskan tenaga dan pikiran untuk hal-hal yang tidak perlu dan tidak berguna. “Tahun ’70-an kita ingat kita banyak mengirim guru ke Malaysia, banyak sekali. Dari sana belajar ke IKIP-IKIP kita dulu di sini. Sekarang kita ditinggal,” sambung Presiden.

Karena itu, Presiden Jokowi mengajak para tokoh lintas agama untuk menyadari dan memahami bersama, bahwa ada sesuatu yang harus diluruskan. Jokowi menambahkan contoh, betapa dirinya kaget melihat perkembangan industri perkapalan di Korea Selatan.

“Tahun ’72 kita bikin (kapal), mereka bikin tahun ’73. Sekarang mereka sudah bikin kapal selam. Kita pesan kapal selam ke sana. Kita sekarang, saya enggak ingin cerita PT PAL kita sudah, yang jelas sudah kalah jauh,” ujar Presiden.

Kepala Negara menilai, ada sebuah etos kerja kedisiplinan nasional yang memang harus dibangun mulai sekarang. Dalam rangka kompetisi, dalam rangka persaingan dengan negara-negara yang lain.

“Sekali lagi jangan habiskan pikiran kita untuk hal-hal yang menyebabkan iri, dengki, saling hujat, saling menjelekkan, saling menyalahkan. Setop. Tutup itu,” ujar Presiden.

Jokowi mengajak semua pihak selalu berpikir positif dan berpikir ke masa depan bangsa, karena Indonesia memiliki kesempatan untuk mengejar negara lain. Jokowi juga menitipkan pesan kepada tokoh lintas agama dari berbagai provinsi dan daerah itu, agar kalau ada percikan sekecil apapun segera diselesaikan.

Bahwa bangsa Indonesia berbeda-beda, ditegaskan Presiden, iya. Tapi ia mengingatkan, bahwa semua bangsa Indonesia adalah saudara-saudara sebangsa dan setanah air.
Meskipun saat ini setiap detik setiap menit hal-hal yang sebetulnya bisa diselesaikan di daerah itu pasti telepon masuk ke dirinya, Presiden Jokowi meyakini para tokoh agama bisa menyelesaikan hal-hal yang terjadi di daerah. Tampak hadir dalam kesempatan itu Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mensesneg Pratikno, dan Seskab Pramono Anung.

Tags:

BAGIKAN HALAMAN INI: