Jawaban Menteri Keuangan Atas Pajak Selebgram dan YouTuber

Pajak tak berlaku untuk setiap Selebgram atau YouTuber, tetapi mereka yang berpenghasilan di atas rata-rata.
, Majalah Kartini | 21/01/2019 - 09:00

MajalahKartini.co.id – Akhir-akhir ini, ramai diperbincangkan perkara Peraturan Menkeu 210/PMK.010/2018 tentang Perlakuan Perpajakan atas Transaksi Perdagangan melalui Sistem Elektronik. Sri Mulyani mengatakan, para selebgram, YouTuber, dan lainnnya ini muncul karena mereka melakukan kreativitas dan inovasi. Desas-desus pajak untuk para Selebgram dan YouTuber ini membuat beberapa generasi Milenial yang kini banyak merambah dunia karier di dunia digital tersebut. Menjawab kecemasan, Sri Mulyani, Menteri Keuangan RI mengatakan bahwa pajak tersebut hanya berlaku untuk Selebgram dan YouTuber berpenghasilan besar.

“Kalau mereka mendapatkan pendapatan di bawah Rp 54 juta, itu tidak mendapatkan pajak. Tidak masuk di dalam pendapatan tidak kena pajak,” tegasnya di sela-sela kunjungan kerja bersama Menkominfo Rudiantara ke Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. “Kalau yang dapatnya Rp 2 juta, ya itu dia nggak kena pajak,” imbuhnya lagi.

Di sisi yang lain, Sri Mulyani mengatakan ada pelaku e-commerce yang meminta kepada pemerintah, khususnya ke Kementerian Keuangan dan Kementerian Kominfo terkait perlindungan konsumen. “Karena dia bisa jual apa saja. Nanti kalau ada barang sama sekali tidak benar, tidak bisa komplain. Kalau belinya di e-commerce, perusahaan itu bisa tanggung jawab,” kata Sri Mulyani. “Nah, perlindungan konsumen menjadi salah satu yang penting dari kemarin mendengar dari teman-teman marketplace, agar ada ditegakkan level playing field,” tandasnya. (*)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: